| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.368
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS609.032 -0,17%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Bumi Serpong Damai menerbitkan obligasi global senilai US$ 250 juta

Rabu, 25 April 2018 / 19:34 WIB

Bumi Serpong Damai menerbitkan obligasi global senilai US$ 250 juta
ILUSTRASI. Perumahan Tevana di BSD City
Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengembang properti,  PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), akan menerbitkan obligasi senior (Senior Notes) berdenominasi dollar Amerika Serikat (AS) senilai US$ 250 juta. Emiten Grup Sinar Mas ini akan merilis surat utang global melalui  Global Prime Capital Pte. Ltd. (GPC), anak usaha yang dimiliki sepenuhnya oleh Bumi Serpong Damai.

Rencananya, surat utang global yang akan jatuh tempo pada 2021 itu akan diterbitkan pada 26 April 2018. GPC menawarkan kupon sebesar 7,25% per tahun. Surat utang yang akan dijamin oleh BSDE dan beberapa anak perusahaan itu akan ditawarkan di luar negeri dan di luar Amerika Serikat.

Dana hasil penerbitan surat utang itu akan diselurkan ke Global Prime Treasury Pte. Ltd (GPT), anak usaha yang dimiliki sepenuhnya oleh GPC. Penyaluran dana itu akan dilakukan melalui penerbitan modal saham tambahan dan efek bersifat ekuitas berkelanjutan (perpetual capital securities) oleh GPT.

Selanjutnya, GPT akan menyalurkan dana tersebut melalui pinjaman kepada BSDE berdasarkan perjanjaian antar-perusahaan. BSDE akan menggunakan dana tersebut untuk pembaiayaan kembali atas utang yang ada alias refinancing. Sementara sisanya digunakan untuk belanja modal , modal kerja, dan keperluan korporasi umum.

Direktur Bumi Serpong Damai Hermawan Wijaya mengatakan, rencana penerbitan surat utang ini akan memberikan dampak positif terhadap kegiatan ekspansi BSDE maupun entitas anak. Mengutip keterbukaan informasi yang dirilis BSDE, Hermawan menegaskan, rencana penerbitan surat utang tidak akan memberikan dampak negatif terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha BSDE dan entitas anak.

Dalam rangka penerbitan surat utang itu, pada 23 April lalu, BSDE telah meneken persetujuan pembelian alias purchase agreement dengan Citigroup GLobal Markets Singapore Pte. Ltd., UBS AG Cabang Singapura, BNP Paribas, dan Credis Suisse selaku pembeli awal alias initial purchasers.

Perjanjian tersebut juga diteken GPC selaku penerbit, GPT, serta beberapa entitas anak  BSDE yang bertindak selaku pemberi jaminan perusahaan dalam penerbitan surat utang tersebut. Entitas anak BSDE itu antara lain PT Sinar Mas Wisesa, PT Sinar Mas Teladan, PT Sinar Usaha Marga, PT Mustika Candraguna, PT Garwita Sentra Utama, dan PT Pastika Candra Pertiwi.

Entitas anak lainnya adalah PT Sentra Talenta Utama, PT Sinar Usaha Mahitala, PT Praba Selaras Pratama, PT Sentra Selaras Lestari, PT Bumi Sentra Selaras, PT Bumi Pramudita Mas, dan PT Duta Cakra Pesona.

Lembaga pemeringkat Moody's Investors Service menyematkan peringkat Ba3 untuk surat utang tersebut dengan prospek positif. Mengutip keterangan resmi yang dirilis Maret lalu, Moody's menyatakan, peringkat tersebut mencerminkan posisi BSDE yang merupakan salah satu pengembang terbesar di Indonesia dengan berbagai macam diversifikasi segmen properti, baik residensial, perkantora, industrial, maupun ritel. 

Selain itu, Jacintha Poh, Vice President sekaligus Senior Analyst Corporate Finance Group Moodys Investors Service Singapore Pte. Ltd, mengatakan, BSDE fokus menjual lahan dan properti komersial maupun perumahan tingkat rendah (low-rise) sehingga risiko pembangunan juga relatif rendah dan memberikan fleksibilitas operasional sesuai permintaan konsumen.

Namun, ada beberapa risiko untuk BSDE. Pertama, risiko konsentrasi karena sebaagian besar pendapatannya berasal dari BSD City. Kedua, sektor properti di Indonesia saat ini masih bergejolak. Ketiga, perkembangan peraturan di Indonesia.

Moody's menyematkan prospek positif dengan harapan bahwa BSDE akan mempertahankan metrik keuangan yang kuat selama 12 bulan-18 bulan ke depan sehingga bisa mendorong peningkatan peringkat utang.

Peringkat utang akan naik jika dalam 12 bulan-18 bulan ke depan jika BSDE berhasil menjalankan rencana bisnis dan menumbuhkan pendapatan hingga Rp 10 triliun sembari mempertahankan metrik keuangan yang sehat dan likuiditas yang kuat.

Lantaran mengantongi prospek positif, peringkat utang BSDE tidak akan turun selama 12 bulan-18 bulan ke depan. Namun, Poh mengingatkan, prospek utang BSDE bisa turun menjadi stabil.

Hal ini terjadi jika perusahaan gagal menerapkan rencana bisnis, ada pemburukan di pasar properti yang mengarah kepada pelemahan operasi sehingga rasio utang terhadap EBITDA pengembang properti tetap di atas 2,5 kali dan rasio EBIT terhadap beban bunga turun di bawah 5 kali.

 


Reporter: Herry Prasetyo
Editor: Herry Prasetyo

OBLIGASI

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0009 || diagnostic_api_kanan = 0.0370 || diagnostic_web = 0.2038

Close [X]
×