kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.923
  • SUN98,38 -0,17%
  • EMAS611.050 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Equator Sandera Bisnis Benny Tjokro

Minggu, 27 Mei 2018 / 10:33 WIB

Equator Sandera Bisnis Benny Tjokro
ILUSTRASI. Benny Tjokrosaputro

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana hanya tinggal rencana. PT Hanson International Tbk (MYRX) terpaksa harus menahan hasrat menghantarkan cucu usahanya, PT Harvest Time menjual sebagian sahamnya ke publik alias initial public offering (IPO).

Seperti diberitakan Harian KONTAN pada 23 Januari 2018, Benny Tjokrosaputro selaku Direktur Utama Hanson mengungkapkan bahwa Harvest Time akan melepas 15% sahamnya kepada publik. Dari aksi IPO itu, Harvest, kata Benny, bisa meraup dana berkisar Rp 300 miliar hingga Rp 500 miliar.

“Diperkirakan menggunakan laporan keuangan September 2017. Jadi (Harvest Time) akan listing sebelum Maret 2018,” ucap Benny, 22 Januari silam. Harvest juga sudah memberi mandat bagi PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk dan PT Jasa Banda Garta Sekuritas sebagai penjamin dan pelaksana emisi.

Harvest  Time bersama afiliasinya, PT Armidian Karyatama, dan induk usahanya, PT Mandiri Mega Jaya (MMJ) yang merupakan anak usaha langsung Hanson, sudah sejak 6 September 2013 menandatangani kerjasama dengan PT Citra Benua Persada (CBP), anak usaha PT Ciputra Development Tbk (CTRA).

Kolaborasi itu membidani lahirnya usaha bersama (joint operation) Citra Maja Raya. Laporan keuangan Hanson per 30 September 2017 menyatakan, Citra Maja Raya dibentuk untuk mengembangkan kawasan hunian dan properti komersial di lahan milik Armidian Karyatama dan Harvest Time.

Berdasarkan perjanjian itu, Armidian Karyatama dan Harvest Time wajib menyediakan tanah dalam keadaan siap dikembangkan dengan luas keseluruhan 430 hektare (ha) yang terletak di Kecamatan Maja, Lebak Banten. Sedangkan CBP berkewajiban mengelola, mengembangkan tanah, menyediakan technical know how dan dukungan keuangan untuk proyek tersebut.

Namun Harvest kini menghadapi persoalan pelik. Pemicunya adalah gugatan perdata di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel) dengan nomor perkara 250/Pdt.G/2016/PN JKT.SEL. Para penggugat terdiri dari tiga pihak. Masing-masing adalah PT Equator Majapura Raya, yang dahulu bernama PT Cubamakarya Griya Taruna, PT Equator Kartika, PT Equator Satria Land Develoment.


Reporter: Yuwono Triatmodjo
Editor: Yuwono triatmojo

HUKUM

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0389 || diagnostic_web = 0.1970

Close [X]
×