| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.368
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS609.032 -0,17%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Kepemilikan Tiga Pilar Corpora di AISA hanya tersisa 5,28%

Selasa, 03 Juli 2018 / 06:15 WIB

Kepemilikan Tiga Pilar Corpora di AISA hanya tersisa 5,28%

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemegang saham pendiri sekaligus pemegang saham pengendali PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) masih melanjutkan aksinya mengurangi kepemilikan saham. Akhir pekan lalu, PT Tiga Pilar Corpora lagi-lagi melepas saham AISA.

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), pada Jumat (29/6), Tiga Pilar Corpora telah melepas 61,63 juta saham AISA. Alhasi, total kepemilikan saham Tiga Pilar Corpora di AISA hanya tersisa 169,86 juta saham AISA. Jumlah tersebut setara dengan 5,28% dari seluruh saham beredar.

Jika dihitung, sepanjang Juni 2018, Tiga Pilar Corpora telah melepas sekitar 213,3 juta saham AISA. Pada akhir Mei lalu, Tiga Pilar Corpora tercatat masih menguasai 383,2 juta saham AISA atau sebesar 11,91%. Artinya, hanya dalam kurun waktu sebulan, kepemilikan Tiga Pilar Corpora di AISA telah berkurang lebih dari separuhnya.

Sementara itu, komposisi pemegang saham lain dengan kepemilikan di atas 5% tidak mengalami perubahan. Per 29 Juni 2018, KKR masih menguasai 9,09% kepemilikan saham di AISA melalui KKR Asset Management LLC. Fidelity Funds-Pacific masih mendekap 7,83% saham AISA. Morgan Stanley masih tercatat memiliki 6,52%, Primanex Limited sebesar 5,38%, dan JP Morgan and Chase Bank (JPMCB) Na Re-Trophy Investor I Ltd. memiliki 9,33%.

Tidak adanya perubahan komposisi dan persentase kepemilikan pemegang saham lain selain Tiga Pilar Corpora otomatis membuat kepemilikan pemegang saham publik meningkat. Akhir Mei lalu, investor publik tercatat menguasai 49,94% kepemilikan saham AISA. Kini, kepemilikan saham investor publik di AISA telah meningkat menjadi 56,57%.

Nahas, kenaikan porsi kepemilikan saham investor publik ini terjadi di saat harga saham AISA terus-menerus tertekan lantaran fundamental perusahaan memburuk pasca kasus hukum menimpa bisnis beras pada pertengahan 2017.

Akhir pekan lalu, AISA baru merilis laporan keuangan per 31 Desember 2017. Hasilnya, AISA tercatat menderita rugi bersih sebesar Rp 551,9 miliar. Padahal, per 31 Desember 2016, AISA masih mencetak laba bersih senilai Rp 581 miliar.

Selain merugi, ancaman gagal bayar utang juga tengah mengancam AISA. Kamis pekan ini (5/7), AISA harus membayar bunga Obligasi TPS Food I/2013 dan biaya ijarah atas Sukuk Ijarah TPS Food I/2013. Total bunga kedua surat utang tersebut Rp 46,12 miliar.

Padahal, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia yang dirilis akhir pekan lalu, Sekretaris Perusahaan AISA Ricky Tjie mengatakan, posisi kas perusahaan per 26 Juni 2018 hanya sebesar Rp 48 miliar.

Jumlah kas tersebut bisa jadi memang mencukupi untuk membayar bunga utang yang jatuh tempo dua hari mendatang. Namun, pada 19 Juli mendatang, AISA juga harus membayar fee ijarah atas  Sukuk Ijarah TPS Food II/2016 senilai Rp 63,3 miliar. 

Kinerja yang buruk dan risiko pembayaran bunga utang itu membuat tekanan ke harga saham AISA semakin menjadi. Kemarin, Senin (2/7), harga saham AISA kembali turun hingga 21,72% menjadi Rp 191 per saham. Dalam kurun waktu sebulan terakhir, harga saham AISA anjlok hingga 59,87%.


Reporter: Herry Prasetyo
Editor: Herry Prasetyo

KEPEMILIKAN SAHAM

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0010 || diagnostic_api_kanan = 0.0383 || diagnostic_web = 0.2851

Close [X]
×