kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.923
  • SUN98,38 -0,17%
  • EMAS611.050 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Lo Kheng Hong menambah kepemilikan saham di Petrosea saat harganya turun

Rabu, 16 Mei 2018 / 16:08 WIB

Lo Kheng Hong menambah kepemilikan saham di Petrosea saat harganya turun
ILUSTRASI. Lo Kheng Hong RUPS Berkshire Hathaway
Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam strategi investasi saham, penurunan harga saham bisa dimanfaatkan untuk membeli atau menambah kepemilikan saham. Apalagi, jika emiten yang harga sahamnya turun tersebut memiliki prospek cerah.

Ini pula yang dilakukan investor kawakan Lo Kheng Hong. Investor yang kerap dijuluki Warren Buffett Indonesia ini baru saja menambah kepemilikan saham di PT Petrosea Tbk (PTRO). Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), kepemilikan saham Lo Kheng Hong di PTRO pada Senin (14/5) bertambah sebanyak 589.800 saham.

Sebelumnya, pria yang akrab disapa LKH itu memiliki 116.985.500 saham PTRO atau setara dengan 11,6% dari total saham PTRO. Kini, kepemilikan saham Lo Kheng Hong di PTRO bertambah menjadi 117.548.300 atau setara dengan 11,65%.

Sebagai catatan, Lo Kheng Hong merupakan pemegang saham terbesar nomor dua di PTRO setelah PT Indika Energy Tbk (INDY). Saat ini, Indika menguasai 69,8% saham PTRO.

Tentu bukan tanpa alasan Lo Kheng Hong menambah saham PTRO. "Harga sahamnya turun banyak," ujar Lo Kheng Hong singkat.

Memang, harga saham PTRO belakangan cukup tertekan. Dalam sebulan terakhir, harga saham PTRO sudah turun 22,08%. Dihitung dalam tiga bulan terakhir, harga saham PTRO turun 27,52%. Rabu (9/5) lalu, harga saham PTRO menyentuh posisi terendah sepanjang tahun di harga Rp 1.535 per saham.

Padahal, harga saham PTRO sempat melaju kencang di periode Januari-Februari 2018. Di awal tahun, harga saham PTRO dibuka di posisi Rp 1.660 per saham. Pada Februari 2018, tepatnya pada Senin (5/2), harga Saham PTRO sempat menyentuh posisi tertinggi sepanjang tahun di harga Rp 2.950 per saham. Harga penutupan tertinggi terjadi di akhir pekan sebelumnya, Jumat (2/2), di posisi Rp 2.780 per saham.

Lo Kheng Hong bahkan sempat memanfaatkan kenaikan harga saham PTRO untuk merealisasikan keuntungan. Pada Februari lalu, Lo Kheng Hong menjual sebagian kecil saham PTRO yang ia miliki.

Pada akhir Januari 2018, Lo Kheng Hong masih mendekap 117.983.600 saham PTRO atau setara dengan 11,7%. Pada akhir Februari, kepemilikan sahamnya di PTRO telah berkurang menjadi 116.958.500 atau setara dengan 11,6%. Itu artinya, Lo Kheng Hong telah menjual sekitar 1 juta saham PTRO.

Lalu, mengapa Lo Kheng Hong sekarang menambah saham PTRO lagi? Tentu, bagi seorang investor nilai seperti Lo Kheng Hong, penurunan harga saham tidak cukup menjadi alasan untuk membeli saham. Kinerja dan prospek emiten justru lebih menjadi pertimbangan.

Menurut Lo Kheng Hong, harga saham PTRO telah turun dari Rp 2.950 per saham ke Rp 1.535 per saham. Padahal, kinerja anak usaha Grup Indika ini terus membaik seiring kenaikan harga batubara.

Seperti diketahui, pada akhir 2017 lalu, Petrosea berhasil mencetak laba bersih sebesar US$ 8,23 juta. Padahal, pada akhir 2016, Petrosea masih membukukan rugi bersih senilai US$ 7,93 juta.

Sebagai perusahaan kontraktor tambang batubara, Lo Kheng Hong mengatakan, Petrosea akan memperoleh banyak kontrak jasa pertambangan berkat kenaikan harga batubara. "Dengan banyaknya kontrak mining, tentu saja labanya akan meningkat," tutur Lo Kheng Hong meyakini.

Keyakinan Lo Kheng Hong terkait peningkatan kontrak jasa pertambanga PTRO memang sudah terbukti. Pada kuartal I lalu, Petrosea telah meneken amandeman dan perpanjangan kontran dengan dua kliennya, yakni PT Indonesia Pratama dan PT Kideco Jaya Agung. Yang disebut terakhir adalah perusahaan yang masih terafiliasi dengan PTRO lantaran sama-sama anak usaha Grup Indika. Berkat dua perpanjangan kontrak tersebut, kontrak jangka panjang PTRO per akhir Maret 2018 bertambah menjadi US$ 1,012 mliar.

Anda yang rajin membaca kolom Wake Up Call tulisan Lukas Setia Atmaja, Financial Expert Universitas Prasetya Mulya,  di Harian KONTAN, tentu sedikit banyak mengetahui bagaimana kiat dan strategi Lo Kheng Hong dalam berinvestasi saham. Lo Kheng Hong dikenal sebagai investor yang mencari saham yang salah harga alias kemurahan.

Tentu, Anda boleh bertanya-tanya, mengapa Lo Kheng Hong menambah saham PTRO padahal harganya sudah tidak terbilang murah. Pada Rabu (16/5), harga saham PTRO ditutup di posisi Rp 1.870 per saham. Harga tersebut mencerminkan rasio harga saham terhadap laba bersih per saham alias price to earning ratio (PER) sebesar 22,42 kali.

Tentu, saham dengan PER 22,42 kali sulit untuk disebut salah harga atau kemurahan. Toh, Lo Kheng Hong punya alasan sendiri. Menurut dia, PER PTRO saat ini merupakan valuasi berdasarkan kinerja masa lalu.

Seorang investor, menurut Lo Kheng Hong, harus bisa melihat laba masa depan. Lo Kheng Hong lagi-lagi menegaskan, laba PTRO akan meningkat di masa yang akan datang seiring banyaknya perolehan kontrak jasa pertambangan. "Cara sederhana untuk melihat laba masa depan adalah didapat dari pernyataan direksi di paparan publik maupun di koran," ujar Lo Kheng Hong.

Lo Kheng Hong bisa jadi merupakan investor yang sudah paham betul jeroan PTRO. Dia bukanlah investor yang baru kemarin sore memegang saham PTRO. Lo Kheng Hong sendiri sudah tidak ingat persis kapan pertama kali mengoleksi saham PTRO.

KONTAN pernah menelusuri, Lo Kheng Hong sudah memiliki saham PTRO setidaknya sejak  2013 lalu. Berdasarkan catatan KONTAN, pada 24 Desember 2013, Lo Kheng Hong mendekap 77.557.000 saham PTRO atau setara dengan 7,69% total saham PTRO.

Sebagai investor nilai, Lo Kheng Hong juga dikenal sabar dalam berinvestasi. Bahkan, saat harga saham PTRO anjlok dari  Rp 1.458 per saham, harga rata-rata sepanjang 2013, menjadi Rp 281 per saham pada Oktober 2015, Lo Kheng Hong tak melepas PTRO. Alih-alih menjual rugi, ia justru terus menambah kepemilikan saham di PTRO.


Reporter: Herry Prasetyo
Editor: Herry Prasetyo

KEPEMILIKAN SAHAM

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0019 || diagnostic_api_kanan = 0.0480 || diagnostic_web = 0.5958

Close [X]
×