| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.368
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS609.032 -0,17%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Megapolitan Developments hadapi gugatan PKPU

Rabu, 16 Mei 2018 / 22:50 WIB

Megapolitan Developments hadapi gugatan PKPU
ILUSTRASI. PT Megapolitan Developments Tbk EMDE

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Megapolitan Developments Tbk (EMDE) menghadapi gugatan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU). Permohonan PKPU tersebut diajukan oleh empat orang bernama M. Nur Hakim, Arvid Gema Indrawan, Ade M. Ihsanuddin, dan Fourina Yudhasari.

Keempatnya mendaftarkan permohonan PKPU tersebut dua pekan lalu, atau tepatnya pada 3 Mei 2018 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Seperti tertera dalam sistem informasi penelusuran perkara (SIPP) di website PN Jakarta Pusat, perkara terdaftar dengan nomor perkara 54/Pdt.Sus-PKPU/2018/PN Jkt.Pst.

Dalam permohonan PKPU tersebut, Megapolitan menjadi termohon PKPU kedua. Sedang termohon PKPU pertama bernama PT Mega Pesanggrahan Indah dengan alamat Jl. Cinere Raya No 1 A Limo Depok. Alamat tersebut identik dengan alamat anak usaha Megapolitan yang bernama PT Mega Pasanggrahan Indah. Belum diketahui apakah keduanya merupakan perusahaan yang sama, meski terdapat perbedaan penulisan nama perusahaan dalam pengumuman di PN Jakarta Pusat.

Namun sebagai gambaran, Mega Pasanggrahan Indah merupakan anak usaha Megapolitan di bidang properti yang sudah berdiri sejak tahun 1983. Sang induk memiliki porsi saham sebanyak 99,38% pada Mega Pasanggrahan Indah. Adapun dalam laporan keuangan Megapolitan per 31 Maret 2018, jumlah aset Mega Pasanggrahan Indah sebelum eliminasi senilai Rp 1,16 triliun.

Hingga akhir kuartal I 2018, Megapolitan membukukan total kewajiban jangka pendek sebesar Rp 512,51 miliar. Sementara total kewajiban perusahaan ini mencapai Rp 1,21 triliun.

Disisi lain, jumlah kas dan setara kas Megapolitan hanya tercatat Rp 141,48 miliar. Meski begitu, jumlah aset lancar Megapolitan masih sangat besar, yakni mencapai Rp 1,36 triliun dengan total nilai aset berjumlah 2,01 triliun.

Megapolitan sendiri bukan pemain baru di bisnis properti. Perusahaan ini berdiri sejak tahun 1976 dan sukses membangun properti di sejumlah kawasan, terutama di wilayah Cinere.

Hingga akhir kuartal I 2018, pemegang saham terbesar Megapolitan dipegang oleh PT Cosmopolitan Persada Developments dengan porsi kepemilikan 66,78%. Terdapat juga nama Credit Suisse AG Singapura dan PT Supra Sekuritas Indonesia yang masing-masing mengapit 6,90% dan 5,21% saham Megapolitan. Adapun sisa kepemilikan saham Megapolitan lainnya merupakan milik publik dengan porsi sebesar 21,11%.

Sayang hingga berita ini diturunkan, KONTAN belum berhasil mendapatkan keterangan dari manajemen Metropolitan terkait permohonan PKPU tersebut. Sidang pertama sejatinya sudah berlangsung pada Selasa (15/5). Sementara sidang berikutnya diagendakan berlangsung pada tanggal 22 Mei pukul 10.45 WIB. 


Reporter: Yuwono Triatmodjo
Editor: Yuwono triatmojo

PKPU

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0008 || diagnostic_api_kanan = 0.0423 || diagnostic_web = 0.2529

Close [X]
×