kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Memburu pembeli di THAIFEX demi menggenjot ekspor

Rabu, 06 Juni 2018 / 23:18 WIB

Memburu pembeli di THAIFEX demi menggenjot ekspor
ILUSTRASI. Suasana pameran Thaifex World Food of Asia

KONTAN.CO.ID - BANGKOK. BANGKOK. Sebagai pameran pangan terbesar di kawasan Asia, THAFEX-World Food of Asia 2018 yang berlangsung sejak Selasa (29/5) hingga Sabtu (2/5) lalu berlangsung meriah. Sebanyak 62.039 pengunjung memadati area pameran seluas 107.000 meter persegi (m2) yang terletak di IMPACT Exhibition Centre di Muan Thong Thani, Distrik Pak kret, sebelah utara Bangkok, Thailand. Jumlah pengunjung perdagangan internasional sebanyak 13.110 pengunjung yang berasal dari 150 negara.

Di antara 2.537 peserta pameran THAIFEX ke-15 itu, terselip 11 pelaku industri makanan dan minuman (mamin) asal Indonesia yang mengikuti pameran. Sebagaimana pelaku industri mamin dari negara lain, 11 pelaku bisnis mamin asal Indonesia sengaja memanfaatkan THAIFEX 2018 sebagai ajang untuk bertemu dengan calon pembeli dari berbagai negara.

Sebagian besar peserta pameran THAIFEX 2018 asal Indonesia merupakan produsen makanan ringan. Mereka antara lain PT Monde Mahkota Biskuit, PT Dua Kelinci, PT Manohara Asri, PT Universal Indofood Product, PT Fanrice Indonesi, dan PT Riyana Cipta Pangan Indonesia.

Peserta lainnya adalah PT ABC President Indonesia dan PT Olagafood Industri. Keduanya merupakan peruhaan yang memproduksi mi instan dan minuman kemasan. Lalu, ada PT Danora Agro Prima yang memproduksi produk kakao dan PT  Toba Surimi Industries yang memproduksi produk makanan laut olahan. Tidak ketinggalan, PT Lautan Natural Krimerindo, anak usaha PT Lautan Luas Tbk (LTLS) yang memproduksi krimer.

Bagi sebagian peserta dari Indonesia, THAIFEX-World Food of Asia tahun ini bukanlah ajang pertama yang mereka ikuti. Manohara Asri, misalnya, sejak lima tahun terakhir tak pernah absen mengikuti THAIFEX. Tentu bukan tanpa alasan produsen produsen camilan kacang dengan merek Mayasi ini rajin mengikuti THAIFEX. “Untuk meningkatkan brand awareness,” ujar Jessica Azaria Kuntandi, Brand Development Head PT Manohara Asri.

Bukan hanya Thailand, keikutsertaan Manohara Asri di THAIFEX juga untuk meningkatkan pengenalan merek ke negara-negara lain. Maklum, Jessica bilang, THAIFEX merupakan pameran pangan terbesar di kawasan Asia. Pengunjung THAIFEX juga datang dari banyak negara di berbagai belahan dunia.

Meningkatkan pengenalan merek di pasar internasional juga menjadi alasan Dua Kelinci rajin mengikuti THIFEX. Tahun ini, produsen kacang dengan merek Dua Kelinci itu telah mengikuti THAIFEX untuk ketiga kalinya. Begitu pula dengan Universal Indofood Product yang tahun ini menjadi kali ketiga menjadi peserta THAIEFEX. Sementara Olagafood Industri tahun ini menjadi kali kedua menjadi peserta THAIFEX. “Agar merek lebih terkenal di banyak negara dengan menggunakan jasa perusahaan distributor di negara asal,” ujar Daniel Vianco, International Trade Manager PT Olagafood Industri.


Reporter: Herry Prasetyo
Editor: Herry Prasetyo

INDUSTRI MAKANAN DAN MINUMAN

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.0594 || diagnostic_web = 0.2130

Close [X]
×