| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.368
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS609.032 -0,17%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Menata ulang portofolio bisnis, AKR Corporindo lagi-lagi melego anak usaha

Selasa, 27 Maret 2018 / 20:32 WIB

Menata ulang portofolio bisnis, AKR Corporindo lagi-lagi melego anak usaha
ILUSTRASI. Kawasan industri JIIPE Gresik
Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Demi fokus ke bisnis inti, PT AKR Corporindo kembali mendivestasi anak perusahaan. Kali ini, emiten dengan kode saham AKRA ini melego kepemilikan saham di PT Bumi Karunia Pertiwi.

Bumi Karunia merupakan entitas anak yang dimiliki AKRA melalui anak usahanya PT Anugerah Karya Raya dan PT Usaha Era Pratama Nusantara. Pada 23 Maret lalu, Anugerah Karya dan Usaha Era  telah meneken keputusan pemegang saham terkait persetujuan pengambilalihan Bumi Karunia.

Anugerah mengalihkan seluruh sahamnya sejumlah 2.499.999 saham kepada PT Harum Energy Tbk (HRUM). Sementara Usaha Era mengalihkan seluruh sahamnya sejumlah satu saham kepada PT Sentral Batubara Jawa. Nilai transaksi pengalihan ini sebesar Rp 31,5 miliar.

Bumi Karunia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dan perdagangan batubara. Kegiatan operasi Bumi Karunia telah dihentikan sejak tahun 2012.

Suresh Vembu, Direktur AKR Corporindo, mengatakan, AKR Corporindo akan fokus pada bisnis logsitik dan rantai pasokan. Sementara, bisnis Bumi Karunia di bidang pertambangan bukan merupakan bisnis inti perusahaan. "Karena itulah, kami memutuskan untuk mendivestasi," ujar Suresh.

Bukan kali ini saja AKRA melego anak usaha di luar bisnis inti. September tahun lalu, AKR Corporindo mendivestasi tiga anak usahanya yang berbasis di China kepada Beibu Gulf Co. LTd. senilai Rp 864 miliar.

Ketiga anak usaha itu adalah Guanxi Guigang AKR Container Port Co. Ltd., AKR Transhipment Port, dan AKR Guigang Port Co. Ltd. Ketiga perusahaan tersebut merupakan operator pelabuhan di Guigang, China, dan bergerak di bisnis peti kemas, pengiriman, dan curah.

Akhir bulan lalu, AKRA telah menjual aset milik anak usahanya, Khalista Chemical Industries Ltd melalui proses lelang. Aset  berupa tanah seluas 99.267 meter persegi terjual RMB 1,83 miliar atau setara sekitar Rp 3,56 triliun. Sesuai perjanjian, AKRA menerima hasil penjualan sebesar 60% atau sekitar Rp 2,14 miliar.

Khalista merupakan anak usaha yang bergerak di bidang pabrikan sorbitol. Aset itu dijual karena berhenti beroperasi. Menyusul penjualan aset, AKRA juga mengurangi modal Khalista dari semula US$ 36,8 juta menjadi US$ 29 juta.

Bukan tanpa alasan AKRA rajin menggelar divestasi. Suresh mengatakan, pemegang saham dan direksi AKR Corporindo ingin menata kembali portofolio bisnis dan memilih fokus mengelola bisnis inti di Indonesia. Karena itulah, perusahaan mendivestasi aset di China.

Ke depan, Suresh bilang, AKRA akan terus fokus dan berinvetasi di bisnis perdagangan dan distribusi bahan kimia dasar dan bahan bakar minyak (BBM). AKRA juga akan fokus membangun rantai pasokan dan infrastruktur logistik untuk pelanggan industrial.

Di bisnis perdagangan dan distribusi, AKRA pada tahun lalu telah menggandeng perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Inggris, British Petroleium (BP) dengan membentuk perusahaan patungan, BP AKR Fuels Retail.

Melalui perusahaan patungan itu, keduanya akan bekerja sama untuk berinvestasi untuk membangun stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). "Juga untuk berpartisipasi dalam distribusi BBM subsidi sesuai alokasi dari BPH Migas," kata Suresh.

Suresh menambahkan, AKRA berencana membuka SPBU BP AKR pada tahun ini. Harapannya, satu SPBU hasil kerja sama dengan BP bisa dibuka di semester II 2018.

Di bisnis infrastuktur logistik, AKRA bekerja sama dengan PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III) dengan membangun pelabuhan dan kawasan Java Integrated Industrial Port Estate (JIIPE). JIPEE terdiri atas pelabuhan dengan luas 400 hektare, kawasan industri seluas 1.761 hektare, dan kawasan permukiman seluas 800 hektare. Pada 9 Maret lalu, Presiden Joko Widodo telah meresmikan kawasan industri terintegrasi yang berada di Gresik, Jawa Timur, itu.

Untuk meningkatkan pendapatan berulang perusahaan, Suresh mengatakan, AKRA akan membangun berbagai fasilitas di JIPEE. Saat ini, misalnya, JIPEE memiliki pembangkit listrik yang telah beroperasi dengan kapasitas 23 megawatt (MW). Dalam dua hingga tahun ke depan, JIPEE akan menyediakan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) berkapasitas 500 MW.

Di JIPEE, AKR Corporindo juga tengah membangun fasilitas air, gas, dan instalasi pengolahan air. "Pelabuhan akan diperluas 500 meter di 2018 untuk menangani lebih banyak kapal,"ujar Suresh.

Untuk membiayai berbagai rencana ini, AKR Corporindo pada tahun ini mengalokasikan belanja modal Rp 1,5 triliun. Sumber dana belanja modal diperoleh dari kas internal dan dari dana hasil divestasi.

 


Reporter: Herry Prasetyo
Editor: Herry Prasetyo

DIVESTASI SAHAM

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0012 || diagnostic_api_kanan = 0.0432 || diagnostic_web = 0.2216

Close [X]
×