| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.368
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS609.032 -0,17%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Pefindo merevisi prospek utang Tiga Pilar Sejahtera Food menjadi stabil

Selasa, 27 Maret 2018 / 17:06 WIB

Pefindo merevisi prospek utang Tiga Pilar Sejahtera Food menjadi stabil
ILUSTRASI. Tiga Pilar Sejahtera
Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) merevisi outlook peringkat utang PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) menjadi stabil. Sebelumnya, sejak November 2017 lalu, Pefindo mengganjar prospek utang AISA dengan peringkat kredit yang harus diawasi dengan implikasi negatif atau credit watch with negative implication sejak 

Revisi prospek utang AISA ini menyusul hasil Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) Obligasi TPS Food I Tahun 2013 dan Rapat Umum Pemegang Sukuk Ijarah (RUPSI) TPS Food I Tahun 2013 yang digelar Tiga Pilar pada 22 Maret lalu.

Dalam rapat tersebut, pemegang obligasi menyetujui perpanjangan waktu jatuh tempo Obligasi  TPS Food I Tahun 2013 senilai Rp 600 miliar selama 12 bulan ke depan. Sedianya, Obligasi I/2013 bakal jatuh tempo pada 5 April 2018. Dengan persetujuan RUPO ini, jatuh tempo Obligasi I/2013 mundur menjadi 5 April 2019.

Pemegang sukuk ijarah juga merestui perpanjangan waktu jatuh tempo Sukuk Ijarah TPS Food I Tahun 2013 selama 12 bulan ke depan menjadi 5 April 2019. Semestinya, Sukuk Ijarah I/2013 senilai Rp 300 miliar itu akan jatuh tempo pada 5 April 2018.

Menurut Pefindo, perpanjangan waktu jatuh tempo selama 12 bulan akan mengurangi risiko dan memberikan ruang bagi Tiga Pilar untuk menggelar beberapa aksi korporasi dalam rangka membayar utang. Mengutip siaran pers Pefindo, Analis Pefindo Martin Pandiangan mengatakan, pembayaran Sukuk Ijarah II/2016 mungkin akan dipercepat jika sumber dana mencukupi. Sebagai informasi, Tiga Pilar bakal membayar bunga utang lagi pada Juli 2018.

Meski prospek membaik, Pefindo masih mempertahankan rating CCC untuk AISA, baik untuk Obligasi I/2013, Sukuk Ijarah I/2013, dan Sukuk Ijarah II/2016. Alasannya, Pefindo masih mencermati risiko yang berkaitan dengan pelaksanaan aksi korporasi Tiga Pilar untuk menyiapkan sumber dana pelunasan utang. 

Selain membiayai kembali utang alias refinancing, salah satu opsi aksi korporasi yang akan Tiga Pilar gelar adalah mendivestasi lini bisnis beras. Menurut Pefindo, penundaan divestasi lini bisnis beras akan berdampak secara signifikan terhadap kemampuan Tiga Pilar untuk membayar obligasi dan sukuk yang jatuh tempo.

Pefindo akan meningkatkan peringkat utang Tiga Pilar jika divestasi lini bisnis beras dan aksi korporasi lainnya untuk membayar utang jatuh tempo benar-benar terlaksana. Sebaliknya, Pefindo bisa kembali memberikan peringkat credit watch with negative implication jika proses divestasi lini bisnis beras  memakan waktu yang lebih lama atau jika kinerja Tiga Pilar ke depan semakin merosot. Bahkan, peringkat Obligasi I/2013 dan Sukuk Ijarah I/2013 bisa turun menjadi D jika pembayaran bunga atau pokok utang melesat dari tanggal jatuh tempo.


Reporter: Herry Prasetyo
Editor: Herry Prasetyo

OBLIGASI

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0008 || diagnostic_api_kanan = 0.0466 || diagnostic_web = 0.2357

Close [X]
×