| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.368
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS609.032 -0,17%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Selain Bank Agris, Bank Mitraniaga juga bakal diakuisisi Industrial Bank of Korea

Selasa, 24 April 2018 / 15:24 WIB

Selain Bank Agris, Bank Mitraniaga juga bakal diakuisisi Industrial Bank of Korea
ILUSTRASI.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank asal Korea Selatan, Industrial Bank of Korea (IBK), bakal melebarkan sayapnya ke pasar Indonesia. Tahun ini, bank yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Korea Selatan itu berencana mengakuisisi dua bank di Indonesia. 

Setelah berencana mengakuisisi PT Bank Agris Tbk (AGRS), IBK juga berencana mencaplok PT Bank Mitraniaga Tbk (NAGA). Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis Bank Mitraniaga pada hari ini, Selasa (24/4), IBK akan membeli saham sebanyak-banyaknya 1.167.710.000 saham Bank Mitraniaga miliki Willy Yonathan dan Yeo Harry Yonanta.

Melalui transaksi pembelian saham tersebut, IBK akan menguasai Bank Mitraniaga dengan kepemilikan saham sebesar 71,68% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh. Artinya, IBK bakal menjadi pemegang saham mayoritas dan pengendali Bank Mitraniaga.

Sebagai calon pengendali baru, IBK telah berkomitmen untuk menggelar penawaran tender untuk saham Bank Mitraniaga yang dimiliki publik, termasuk pemegang saham minoritas, pasca diselesaikannya akuisisi.

Selain penawaran tender, IBK juga berencana membeli saham Bank Mitraniaga dari pemegang saham lain sebesar 15,02% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh. Namun rencana transaksi tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan antara IBK dengan pemegang saham.

Per 31 Januari 2018, pemegang saham Bank Mitraniaga adalah Willy Yonathan dengan kepemilikan saham sebanyak 1.174.000.000 saham (72,069%), PT Sarana Steel dengan kepemilikan sebanyak 161.111.500 saham (9,89%), dan Kamtono Kosasih dengan kepemilikan saham sebanyak 83.164.800 saham (5,105%). Sementara sebanyak 210,7 juta saham sisanya dimiliki oleh masyarakat (12,94%).

Pasca transaksi akuisisi, komposisi pemegang saham Bank Mitraniaga akan berubah. IBK akan menguasai Bank Mitraniaga dengan kepemilikan saham sebesar 71,68%. Kepemilikan PT Sarana Steel tetap 9,89% dan Kamtono Kosasih tetap 5,105%. Kepemilikan saham Willy Yonathan hanya tersisa sebesar 1%. Sementara kepemilikan saham masyarakat menjadi 12,32%.

Terkait rencana akuisisi ini, Bank Mitraniaga akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 25 Mei 2018.

Sementara itu, RUPSLB Bank Agris yang digelar pada 9 Maret 2018 lalu telah memberikan restu terkait rencana IBK mengakuisisi saham Bank Agris. Seperti yang telah disampaikan Bank Agris dalam  ringkasan rancangan akusisi saham yang dirilis 6 Februari 2018 lalu, IBK berencana membeli sebanyak-banyaknya 4.590.996.480 saham Bank Agris milik PT Dian Intan Perkasa dan Benjamin Jiaravanon.

Dengan demikian, IBK akan menjadi pemegang saham mayoritas dan pengendali Bank Agris dengan kepemilikan saham sebanyak 87,34% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh. IBK juga telah berkomitmen untuk menggelar penawaran tender untuk saham Bank Agris yang dimiliki publik pasca diselesaikannya akuisisi.

Di luar kewajiban penawaran tender, Industrial Bank of Korea  juga akan membeli 8,45% saham Bank Agris milik pemegang saham lain. Namun, rencana transaksi tersebut masih dalam tahap pembahasan.

Per akhir Januari 2018, pemegang saham Bank Agris adalah PT Dian Intan Perkasa dengan kepemilikan saham sebanyak 4.341.286.612 (82,59%), Banjamin Jiaravanon dengan kepemilikan sebanyak 14.887.957 saham (0,28%), dan sisanyta sebanyak 900.002.075 dimiliki oleh masyarakat (17,13%).

Pasca akuisisi, IBK akan menguasai 82,59% saham Bank Agris. Kepemilikan saham PT Dian Intan Perkasa hanya akan tersisa 1%. Sementara kepemilikan masyarakat berkurang menjadi 11,66%.

Berdasarkan keterbukaan yang diterbitkan Bank Agris maupun Bank Mitraniaga, alasan IBK mengakuisisi kedua bank tersebut adalah untuk berpartisipasi dalam membangun bank yang sehat dengan membeli saham mayoritas. Selain itu, akuisisi Bank Agris dan Bank Mitraniaga juga bertujuan untuk berpartisipasi dalam program pemerintah, menciptakan sistem perbankan yang kuat dan sehat, dan mempercepat konsolidasi perbankan di Indonesia.

Rencananya, IBK akan menggelar akuisisi menggunakan dana kas internal. IBK sebelumnya telah mempersiapkan kas sebagai sumber dana untuk menggelar akuisisi. Per akhir 2017, kas dan setara kas IBK sebesar KRW 2,2 triliun.

Industrial Bank of Korea didirikan pada 1961 untuk mendukung kemandirian kegiatan ekonomi bagi perusahaan kecil dan menengah. Saat ini, pemegang saham IBK adalah Kementerian Strategi dan Keuangan Republik Korea Selatan (51,81%), National Pension Service (9,21%), Korea Development Bank (1,87%), The Export-Import Bank of Korea (1,52), dan pemegang saham lain-lain (35,39%).

Sebagai bank pemerintah, IBK fokus memberikan pembaiayaan untuk usaha kecil dan menengah. Saat ini, IBK memiliki satu kantor pusat, 644 kantor cabang domestik, serta 24 kantor cabang luar negeri dan tiga kantor perwakilan luar negeri yang tersebar di 11 negara.

Hingga akhir 2017, IBK memiliki aset sebesar KRW 274,07 triliun, tumbuh 6,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan bunga bersih IBK per Desember 2017 sebesar KRW 5,26 triliun sementara laba tahun berjalan sebesar KRW 1,51 triliun.


Reporter: Herry Prasetyo
Editor: Herry Prasetyo

AKUISISI BANK

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0009 || diagnostic_api_kanan = 0.0415 || diagnostic_web = 0.2275

Close [X]
×