kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.578
  • EMAS593.896 0,51%

Sengkarut piutang Bakrie Sumatera Plantations

Selasa, 24 Juli 2018 / 13:10 WIB

Sengkarut piutang Bakrie Sumatera Plantations
ILUSTRASI. Panen Kelapa Sawit



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persoalan berat tengah dihadapi PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP). Laporan keuangan Desember 2017 UNSP menyebutkan unit usaha perkebunan milik Grup Bakrie ini mencetak defisiensi modal. Total liabilitas jangka pendek konsolidasian UNSP pun telah melampaui total aset lancar konsolidasiannya.

Kondisi tersebut masih ditambah persoalan beban utang UNSP, salah satunya terkait fasilitas pinjaman US$ 250 juta dari 11 lembaga keuangan yang difasilitasi oleh Credit Suisse AG. Mengutip laporan keuangan 2017, UNSP menyatakan sedang membahas secara proaktif dan intensif dengan Credit Suisse AG cabang Singapura, guna mencari solusi atas masalah itu.

Kesulitan UNSP membayar utang, tentu tidak terlepas dari rasio likuiditas perusahaan ini yang memang kembang kempis. Masih dari laporan keuangan UNSP tahun 2017, disebutkan bahwa aset lancar (current assets) perusahaan ini berjumlah Rp 1,47 triliun, lebih mini ketimbang liabilitas jangka pendek (current liabilities) yang mencapai Rp 11,83 triliun. Secara umum, UNSP telah mencetak defisiensi modal senilai Rp 468,44 miliar di akhir tahun 2017.

Para investor tampaknya tidak hanya harus menghadapi rumitnya persoalan utang yang sedang dihadapi UNSP, namun juga transaksi perusahaan ini yang membuat penasaran. Transaksi yang dimaksud yakni hilangnya pencatatan piutang berelasi UNSP atas PT Menthobi Makmur Lestari (Menthobi Makmur) dan PT Menthobi Mitra Lestari (Menthobi Mitra) pada laporan keuangan UNSP 2017.

Asal tahu saja, sampai September 2017 UNSP masih mencatatkan piutang pihak berelasi senilai Rp 281,61 miliar atas Menthobi Makmur dan Rp 240,72 miliar terhadap Menthobi Mitra. Kedua perusahaan itu mulai berutang kepada UNSP sejak Grup Bakrie mengakuisisi dua perusahaan itu pada tahun 2008 silam. Namun pada akhir Desember 2017, piutang Menthobi Makmur dan Menthobi Mitra senilai total Rp 522,3 miliar menghilang dari laporan keuangan UNSP.

Menariknya, kondisi tersebut diiringi oleh hadirnya pencatatan piutang lain-lain pihak ketiga senilai Rp 495,03 miliar oleh UNSP terhadap PT Amartya Arsa Pratama. Lantas muncul pertanyaan, apakah ada hubungannya antara hilangnya piutang Menthobi dan munculnya piutang Amartya meski nilainya tidak sama persis?

Asal tahu saja, kondisi tersebut sedikit banyak menguntungkan rasio likuiditas UNSP. Sebab, piutang Amartya sebagai pihak ketiga, dimasukkan dalam katagori aset lancar. Adapun piutang berelasi Menthobi Makmur dan Menthobi Mitra sebelumnya masuk aset tidak lancar. Akibatnya, per akhir Desember 2017 aset lancar UNSP tumbuh 44,95% dan membukukan porsi 10,60% dari total aset. Kondisi tersebut sedikit banyak menopang likuiditas UNSP.


Reporter: Yuwono Triatmodjo
Editor: Yuwono triatmojo

AKSI KORPORASI

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0723 || diagnostic_web = 0.3113

Close [X]
×