kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

SNP Finance milik Grup Columbia kembali gagal membayar bunga utang

Sabtu, 12 Mei 2018 / 06:30 WIB

SNP Finance milik Grup Columbia kembali gagal membayar bunga utang
Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan pembiayaan milik Grup Columbia,  PT Sunprima Nusantara Pembiayaan, kembali gagal membayar bunga utang dengan tepat waktu. Perusahaan yang populer dengan nama SNP Finance ini gagal membayar bunga utang Medium Term Notes (MTN) III SNP Tahun 2017 Seri B.

Awal pekan depan, tepatnya Senin (14/5), merupakan tanggal jatuh tempo pembayaran bunga kedua MTN III/2017 Seri B. Semestinya, SNP Finance  menyediakan dana yang cukup dan telah efektif di rekening KSEI selambat-lambatnya satu hari bursa sebelum tanggal pembayaran. Kewajiban ini mengacu kepada Peraturan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Nomor 2.9.3.

Namun, berdasarkan surat KSEI tertanggal 11 Mei 2018, Direktur KSEI Syafruddin mengatakan, SNP Finance tidak dapat memenuhi kewajiban tersebut. Sehingga, pembayaran bunga MTN III SNP Tahun 2017 Seri B yang seharusnya dilaksanakan pada 14 Mei 2018 ditunda.

SNP Finance menerbitkan MTN III/2017 Seri B pada November 2017 lalu. Bertindak sebagai agen pemantau dan agen jaminan adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI). Sementara PT MNC Sekuritas bertindak sebagai arranger dalam penerbitan MTN tersebut.

Surat utang dengan jumlah pokok Rp 50 miliar itu akan jatuh tempo pada 13 November 2019. SNP Finance menjanjikan kupon tetap sebesar 12,125% per tahun. Pembayaran bunga dilakukan setiap tiga bulan sekali.

Pembayaran bunga pertama jatuh pada 13 Februari 2018. Sementara pembayaran bunga kedua dijadwalkan pada 14 Mei 2018. Dengan bunga 12,125% dan pokok utang Rp 50 miliar, SNP Finance setidaknya membutuhkan dana Rp 1,5 miliar setiap kali pembayaran bunga MTN III/2017 Seri B jatuh tempo.

Sebelumnya, SNP Finance juga gagal membayar bunga MTN. Rabu (9/5) lalu, SNP Finance semestinya membayar bunga pertama MTN V SNP Tahap II. Surat utang senilai Rp 200 miliar yang terbit pada Februari 2018 lalu itu menawarkan kupon 10,5%. Artinya, SNP Finance membutuhkan dana hingga Rp 5,25 miliar untuk membayar bunga pertama MTN tersebut.

Atas kegagalan pembayaran bunga utang tersebut, pada Rabu (9/5) lalu, Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah menurunkan peringkat utang SNP Finance menjadi SD atau selective default.

Selain MTN V Tahap II dan MTN III Seri B,  pembayaran bunga beberapa MTN juga akan jatuh tempo dalam waktu dekat. Pembayaran bunga kelima MTN I Tahap II Tahun 2017 Seri B akan jatuh tempo pada  20 Mei 2018. Lalu, ada lima MTN yang pembayaran bunganya jatuh pada 7 Juni 2018. Kelima MTN itu adalah MTN V Tahap I Seri A, MTN V Tahap I Seri B, MTN V Tahap I Seri C, MTN VI Tahap I Tahun 2018 Seri A, dan MTN VI Tahap I Tahun 2018 Seri B.

SNP Finance saat ini juga masih menghadapi proses  Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Pada 2 Mei 2018, SNP Finance mengajukan permohonan PKPU menanggapi permohonan pailit yang diajukan oleh Herlina Rahardjo dan Fredi Iman Santoso. Pada 4 Mei 2018, Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah mengabulkan permohonan PKPU Sementara selama 36 hari.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen SNP Finance masih belum memberikan konformasi apa pun kepada KONTAN. Direktur Utama SNP Finance Donni Satria dan Direktur Keuangan SNP Finance Rudi Asmawi tidak merespons panggilan maupun pesan singkat KONTAN.

SNP Finance berdiri pada tahun 2000. Pada 2002, Grup Columbia mengakuisisi SNP Finance dari Hari Darmawan, pendiri bisnis ritel Matahari. Pada 2004, SNP Finance kembali beroperasi secara penuh di bawah bendera Grup Columbia.

SNP Finance fokus pada pembiayaan segmen elektronik, perabot rumah tangga, dan perangkat gawai. Selain itu, SNP Finance juga menyalurkan pembiayaan lain seperti pembiayaan waralaba, pembiayaan restoran, dan pembiayaan katawan perusahaan. Namun, sebagian besar pembiayaan SNP Finance mengalir ke pembeli elektronik dan furnitur di gerai Columbia. 

SNP Finance juga mulai menyalurkan pembiayaan melalui e-commerce. Beberapa e-commerce yang telah menjadi mitra SNP FInance antara lain Mataharimall.com, Bhinneka.com. dan Plaza Kamera.

Sepanjang 2018, SNP Finance menyalurkan pembiayaan Rp 4,2 triliun. Jumlah tersebut naik 8,4% dibandingkan pembiayaan sepanjang tahun 2016.

Per 31 Desember 2017, sebesar 66,66% saham SNP Finance dikuasai oleh Leo Chandra dan keluarga melalui PT Cipta Pratama Mandiri. Sementara 33,34% sisanya dikuasai Leo Chandra secara langsung.

Leo Chandra merupakan pendiri dan pemegang saham pengendali Grup Columbia yang bergerak di segmen pembiayaan perabot rumah tangga dan retailer. Jaringan Grup Columbia terdiri atas 358 gerai dan 27 gerai mobil yang tersebar di seluruh Indonesia. 


Reporter: Herry Prasetyo
Editor: Herry Prasetyo

MULTIFINANCE

Komentar
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web = 0.2358

Close [X]
×