| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.365
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS606.004 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Tiga Pilar Corpora meninggalkan Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA)

Selasa, 10 Juli 2018 / 06:30 WIB

Tiga Pilar Corpora meninggalkan Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA)
Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemegang saham pengendali PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) masih mengurangi kepemilikan saham  sebelum AISA akhirnya gagal membayar bunga utang yang jatuh tempo pada Kamis (5/7) pekan lalu. Aksi jual PT Tiga Pilar Corpora itu sempat dilakukan sebelum Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham AISA per 5 Juli 2017. 

Nama Tiga Pilar Corpora bahkan sudah lenyap dari laporan kepemilikan efek 5% atau lebih yang dirilis Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 6 Juli 2018. Itu artinya, kepemilikan saham Tiga Pilar Corpora di AISA sudah berada di bawah 5%. 

Belum jelas berapa persen kepemilikan Tiga Pilar Corpora sekarang. Yang jelas, berdasarkan laporan KSEI sehari sebelumnya, Tiga Pilar Corpora masih mengempit 166,1 juta saham AISA. Jumlah tersebut setara dengan 5,16% dari total saham beredar AISA. 

Selain hilangnya nama Tiga Pilar Corpora, komposisi pemegang saham AISA dengan kepemilikan 5% atau lebih berdasarkan laporan KSEI per 6 Juli 2018 tidak berubah dibandingkan dengan laporan sebelumnya. 

Fidelity Funds-Pacific Fund, yang berdasarkan laporan KSEI sebelumnya telah menambah 4,76 juta saham AISA, tercatat masih menguasai 256,77 juta saham atau setara dengan 7,98% dari seluruh saham beredar. 

Pemegang saham AISA lainnya adalah KKR yang menguasai 9,09% kepemilikan saham di AISA melalui KKR Asset Management LLC. Morgan Stanley memiliki 6,52%, Primanex Limited 5,38%, dan JP Morgan and Chase Bank (JPMCB) Na Re-Trophy Investor I Ltd. memiliki 9,33%.

Seperti diberitakan sebelumnya, Tiga Pilar Corpora memang rajin mengurangi kepemilikan saham di AISA sejak bisnis beras AISA tersangkut masalah hukum pada pertengahan tahun lalu. Per akhir Juli 2017, Tiga Pilar Corpora tercatat masih menguasai 29,1% kepemilikan saham AISA atau sebanyak 936,55 juta saham. Kini, kepemilikan Tiga Pilar Corpora di AISA sudah di bawah 5%. 

Toh, dalam keterbukaan informasi di BEI pekan lalu, Direktur Utama AISA Stefanus Joko Mogoginta mengatakan, manajemen dan pemegang saham pendiri tidak lari meninggalkan perusahaan walau susulit apapun persaoalan yang dihadapi perusahaan.  "Ada pun beberapa fakta yang dijadikan bahan acuan berkaitan pemilik saham pendiri, kami menyampaikan bahwa hal tersebut berkaitan dengan masalah legal yang kompleks yang nantinya akan diselesaikan secara tersendiri,” ujar Joko.

Sementara itu, kepemilikan investor publik di saham AISA malah terus meningkat. Taruh kata Tiga Pilar Corpora masih mengempit 4,99% saham AISA. Artinya, kepemilikan investor publik di AISA mencapai sekitar 56,71%. 

Dengan begitu, semakin banyak pula investor AISA yang ketar-ketir. Bukan hanya gara-gara harga saham AISA yang anjlok sampai terkena suspensi perdagangan, namun juga karena prospek Tiga Pilar semakin tidak jelas. 

Seperti diketahui, AISA pada pekan lalu telah gagal membayar bunga utang senilai Rp 46,12 miliar. Bunga tersebut berasal dari bunga atas Obligasi TPS Food I/2013 senilai Rp 30,75 miliar dan fee ijarah atas Sukuk Ijarah TPS Food I/2013 senilai Rp 15,37 miliar. 

Joko, dalam keterbukaan informasi di BEI, mnengatakan, Tiga Pilar belum dapat menyetorkan dana ke rekening KSEI untuk pembayaran bunga obligasi dan sukuk. Dia bilang, perusahaan tengah mengupayakan proses restrukturisasi Obligasi TPS Food I/2013 dan Sukuk Ijarah TPS Food I/2013. 

Yang pasti, kantong kas Tiga Pilar memang cekak. Per 26 Juni 2018, Sekretaris Perusahaan AISA Ricky Tjie mengatakan, posisi kas perusahaan hanya sebesar Rp 48 miliar. Padahal, pada 19 Juli mendatang, AISA juga harus membayar bunga utang jatuh tempo atas Sukuk Ijarah TPS Food II/2016 senilai Rp 63,3 miliar.

Gagalnya AISA membayar bunga utang berbuntut panjang. Selain penghentian perdagangan sementara oleh BEI, Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah menurunkan peringkat AISA menjadi selective default (SD). 

Enggak cuma itu, yang terbaru, AISA juga terancam pailit. Dua kreditur Tiga Pilar, PT Sinarmas Aset Management dan PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG, pada akhir pekan lalu telah mendaftarkan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Permohonan PKPU ini terdaftar dengan nomor perkara 92/Pdt.Sus-PKPU/2018/PN Jkt.Pst. 


Reporter: Herry Prasetyo
Editor: Herry Prasetyo

KEPEMILIKAN SAHAM

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0005 || diagnostic_api_kanan = 1.1980 || diagnostic_web = 4.6321

Close [X]
×