kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Tiga tahun terakhir, pendapatan broker ini tidak lebih dari Rp 2 juta

Jumat, 04 Mei 2018 / 15:27 WIB

Tiga tahun terakhir, pendapatan broker ini tidak lebih dari Rp 2 juta
ILUSTRASI. Ilustrasi Laporan Keuangan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Varia Inti Sekuritas (Varia Inti) terhitung bukan pemain baru dibisnis perantara perdagangan efek. Broker ini sudah mendapat izin efektif penyelenggara perdagangan efek dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) sejak 10 Juni 1992 saat masih bernama PT Redialindo Mandiri.

Meski bakal genap berusia 26 tahun pada 10 Juni mendatang sebagai broker, namun kinerja keuangan Varia Inti tidak mencerminkan layaknya broker kawakan. Pendapatan perusahaan ini sangat minim, sehingga mencetak kerugian dalam beberapa tahun terakhir.

Seperti dalam laporan keuangan tahun 2017, Varia Inti hanya mencetak pendapatan Rp 1,56 juta, naik 9,86% dari tahun 2016 yang senilai Rp 1,42 juta. Bila ditarik ke tahun 2015, pendapatannya pun hanya Rp 1,60 juta.

Mininya pendapatan berbanding terbalik dengan beban usaha Varia Inti tahun 2017 yang mencapai Rp 1,92 miliar. Akibatnya perusahaan ini mencetak rugi usaha tahun 2017 sebesar Rp 1,91 miliar, lebih besar dari rugi usaha tahun sebelumnya yang senilai Rp 1,67 miliar. Dari kondisi tersebut, Varia Inti hanya bisa membukukan rugi periode berjalan Rp 1,75 miliar, lebih besar dari rugi tahun 2016 yang berjumlah Rp 1,06 miliar.

Berdasarkan catatan Bursa Efek Indonesia (BEI) per 4 Mei 2018, modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) Varia Inti bernilai Rp 25,47 miliar, sedikit di atas batas minimum aturan otoritas bursa yang senilai Rp 25 miliar.

Sebagai catatan, pemegang saham Varia Inti saat ini terdiri dari PT Varia Interperkasa dengan kepemilikan saham 99,75% dan Lenny Hakim sebanyak 0,25%.

Adapun jajaran komisaris dan direksi Varia Inti ditempati oleh Jefry Hakim selaku komisaris utama dan Bogan Tanardi sebagai komisaris. Sedangkan direktur utama Varia Inti dijabat M. Hasoloan Napitupulu dan Lenny Hakim menempati posisi direktur.

Asal tahu saja, Varia Inti masih berelasi dengan PT Bank Harda Internasional Tbk (BBHI). Laporan keuangan Bank Harda tahun 2017 menyebutkan, Varia Inti dan Bank Harda, keduanya dimiliki dan dikendalikan oleh pemegang saham akhir (ultimate shareholder) yang sama. Saat ini sekitar 75,14% saham Bank Harda dimiliki oleh PT Hakim Putra Perkasa (HPS), perusahaan yang bergerak dibidang keuangan.

Jefry Hakim dan Lenny Hakim masing-masing mangapit 20% dan 10% saham HPS. Adapun sisa saham HPS dimiliki oleh Novita Hakim sebesar 10%, Rachman Hakim 50% dan Then Theresia Florean sebanyak 10%.


Reporter: Yuwono Triatmodjo
Editor: Yuwono triatmojo

SEKURITAS

Komentar
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web = 0.2253

Close [X]
×