kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR15.192
  • SUN90,77 -0,26%
  • EMAS624.167 0,32%

Akan menerbitkan obligasi Rp 2 triliun, peringkat utang Tiphone Mobile malah turun

Senin, 09 April 2018 / 20:58 WIB

Akan menerbitkan obligasi Rp 2 triliun, peringkat utang Tiphone Mobile malah turun
ILUSTRASI. PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat utang PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) dari A menjadi A-. Penurunan peringkat utang juga berlaku untuk Obligasi Berkelanjutan I Tiphone Tahun 2015. Pefindo mempertahankan outlook peringkat utang Tiphone di level stabil.

Mengutip siaran pers Pefindo, penurunan peringkat utang Tiphone disebabkan oleh struktur permodalan perusahaan yang menjadi lebih agresif. Di sisi lain, perlindungan kas perusahaan melemah. Penurunan peringkat juga didorong oleh kebutuhan modal kerja yang tinggi.


Analis Pefindo Christyanto Wijaya dan Ayuningtyas Nur Paramitasari mengatakan, pelemahan perlindungan kas perusahaan diakibatkan oleh realisasi penjualan voucer yang lebih rendah dibandingkan dengan ekspektasi. Berkembangnya pasar online yang memberikan penawaran menarik serta strategi pemasaran yang agresif dari penyedia telekomunikasi telah menekan kinerja penjualan voucer perusahaan.

Pefindo akan menaikkan peringkat utang Tiphone jika perusahan secara signifikan bisa memperbaiki struktur permodalan secara berkelanjutan dan memperkuat kinerja bisnis. Hal ini, menurut Christyanto, harus didukung posisi likuiditas yang kuat untuk mendukung tingginya kebutuhan modal kerja.

Peringkat TELE juga bisa turun jika pendapatan dan earning before interest tax depreciation and amortization (EBITDA) lebih rendah secara signifikan dibandingkan dengan proyeksi. "Kami juga dapat menurunkan peringkat jika perusahaan menjadi lebih agresif dalam kegiatan pembiayaan, yang diindikasikan oleh tingkat utang yang lebih tinggi dari yang diproyeksikan," ujar Christyanto dalam siaran pers yang terbit hari ini, Senin (9/4).

Pefindo juga mengingatkan, peringkat utang TELE bisa tertekan jikga terdapat perubahan material atau penurunan terhadap hubungan bisnis perusahaan dengan Grup PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom). Maklum, didukung sinergi dengan Grup Telkom, Tiphone memiliki posisi pasar yang kuat di bisnis voucer ponsel.

Selain posisi pasar yang kuat, peringkat utang Tiphone juga mencerminkan jaringan distribusi yang beragam dan luas, serta aliran pendapatan yang stabil. Namun, peringkat Tiphone dibatasi oleh struktur permodalan yang agresif, proteksi arus kas yang lemah, persaingan ketat, dan margin keuntungan yang tipis dalam bisnis distribusi voucer sebagai penghasil pendapatan utama.

Sekadar mengingatkan, pada pertengahan 2015 lalu, Tiphone menggelar penawaran umum berkelanjutan melalui Obligasi Berkelanjutan I Tihone dengan target dana Rp 2 triliun. Obligasi berkelanjutan tersebut terbit dalam tiga tahap.

Obligasi I Tiphone Tahap I terbit pada 2015 senilai Rp 500 miliar. Obligasi I Tiphone Tahap II terbit pada 2016 senilai Rp 580 miliar. Sementara Obligasi I Tiphone Tahap III terbit pada 2017 senilai Rp 686,5 miliar.

Pertengahan tahun ini, dua obligasi Tiphone bakal jatuh tempo. Pertama, Obligasi I Tiphone Tahap I senilai Rp 500 miliar akan jatuh tempo pada 10 Juli 2018. Kedua, Obligasi I Tiphone Tahap III Seri A senilai Rp 454,5 miliar akan jatuh tempo pada 2 Juli 2018. Alhasil, pada Juli tahun ini, Tiphone harus membayar pokok utang senilai Rp 954,5 miliar.

Untuk membayar pokok utang, Tiphone berencana menerbitkan surat utang sebanyak-banyaknya Rp 2 triliun. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Kamis (5/4) lalu telah merestui rencana penerbitan surat utang tersebut.

Untuk tahap pertama, Tiphone akan menerbitkan obligasi senilai Rp 1,2 triliun pada Juni tahun ini. Sementara obligasi senilai Rp 800 miliar akan diterbitkan pada 2019. Tahun depan, Obligasi I Tiphone Tahap II Seri B senilai Rp 256 miliar akan jatuh tempo pada 14 Oktober 2019.

Pembiayaan kembali utang alias refinancing tampaknya menjadi jalan keluar yang paling mudah bagi Tiphone untuk membayar utang jatuh tempo. Maklum, sepanjang tahun 2017 lalu, kinerja Tiphone menurun.

Pada akhir tahun 2017, posisi kas dan bank hanya sebesar Rp 872,8 miliar, turun 18,3% dibandingkan posisi kas dan bank di awal tahun. Sementara kas bersih untuk aktivitas operasi pada akhir tahun 2017 tercatat minus Rp 582,56 miliar.

Sepanjang 2017, pendapatan TELE hanya naik 2,21% menjadi Rp 27,9 triliun. Sementara laba bersih TELE turun 10,8% menjadi Rp 417,6 miliar.

Meski total pendapatan naik tipis, pendapatan Tiphone di segmen voucer turun 5,4% menjadi Rp 20,74 triliun. Padahal, segmen bisnis voucer merupakan pendapatan utama TELE dengan kontribusi sebesar 74,3% terhadap total pendapatan pada tahun 2017.

Sementara segmen bisnis penjualan telepon selular menyumbang 28,7% terhadap total pendapatan. Pada 2017 lalu, pendapatan segmen penjualan telepon seluler naik 33,7% menjadi Rp 8 triliun.

Berdiri pada tahun 2008, Tiphone bergerak dalam perdagangan dan distribusi voucher ponsel, paket perdana, dan telepon seluler. Tiphone juga menyediakan konten seluler dan menawarkan layanan perbaikan ponsel.

Saat ini, Tiphone memiliki 200 kantor cabang, 400 gerai, 96 pusat layanan, dan 250.000 agen penjual aktif yang tersebar di seluruh Indonesia. Tahun ini, Tiphone berencana menambah 200 gerai baru.

Per 28 Februari, pemegang saham TELE adalah PT Upaya Cipta Sejahtera (37,32%0, PT Esa Utama Inti Persada (13,68%), PT PINS Indonesia (24%), dan PT Asuransi Simas JIwa (6%). Sebagai catatan, PINS Indonesia adalah anak usaha Telkom.

KONTAN telah mencoba meminta tanggapan manajemen Tiphone terkait penurunan peringkat utang ini. Namun, manajemen Tiphone belum bersedia memberikan tanggapan. "Besok saya cek," ujar Sekretaris Perusahaan Tiphone Semuel Kurniawan melalui pesan tertulis.

 

 

 

 

Reporter: Herry Prasetyo
Editor: Herry Prasetyo

OBLIGASI

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0044 || diagnostic_api_kanan = 0.0599 || diagnostic_web = 0.3306

×