kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.791
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS614.076 0,00%

Asa Tiga Pilar Sejahtera

Rabu, 27 Juni 2018 / 06:15 WIB

Asa Tiga Pilar Sejahtera
ILUSTRASI.



Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja saham PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) kembali tertekan. Awal pekan ini, Senin (25/6), harga saham AISA anjlok hingga  menyentuh batas penghentian perdagangan saham otomatis (auto rejection) bawah dan ditutup di posisi Rp 276 per saham. Dalam sehari, harga saham AISA turun hingga 25%.

Selasa kemarin (26/6), harga saham AISA kembeli tertekan dan sempat menyentuh posisi Rp 212 per saham. Namun, menjelang penutuhan perdagangan saham, saham AISA mampu bangkit dan bergerak di zona hijau hingga ditutup di posisi Rp 310 per saham.

Jika dihitung selama setahun, harga saham AISA sudah anjlok hingga 84,88%. Setahun lalu, harga saham AISA masih mentereng di posisi Rp 2.200 per saham. Namun, harga saham AISA terus merosot bisnis beras Tiga Pilar tersangkut kasus hukum pada pertengahan tahun lalu.

Kasus tersebut bermula dari penggerebekan gudang PT Indo Beras Unggul (IBU), cucu usaha Tiga Pilar, yang berlokasi di Kedungwaringin, Bekasi, Jawa Barat, oleh Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan. Satgas Pangan menyegel gudang yang berisi 1.161 ton beras yang dituding sebagai beras oplosan antara beras premium dengan beras subsidi.

Kasus tersebut berlanjut ke jalur hukum. Tak lagi mengenakan tuduhan mengoplos beras, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menuding PT IBU melakukan kecurangan dalam karena memproduksi dan memperdagangkan beras merek Maknyuss dan Ayam Jago dengan mutu yang tidak sesuai dengan kualitas label. Bukan cuma PT IBU, kasus tersebut juga menyeret cucu usaha Tiga Pilar lainnya, yakni PT Jatisari Srirejeki (JSR).

Pada akhir Januari lalu, Pengadilan Negeri Bekasi  menjatuhkan vonis bersalah kepada Direktur Utama PT IBU, Trisnawan W. Pada awal Februari, giliran Pengadilan Negeri Karawang menjatuhkan vonis bersalah kepada Direktur Utama PT JSR, Marsono.

Kasus hukum yang menjerat dua perusahaannya memaksa Tiga Pilar menghentikan bisnis beras. Per 1 Desember 2017, Tiga Pilar menghentikan kegiatan operasional tiga anak usahanya di lini bisnis beras, yakni PT IBU, PT JSR, dan PT Sukes Karya Abadi Inti (SAKTI). Ricky Tjie, Sekretaris Perusahaan Tiga Pilar, mengatakan, penghentian sebagian besar kegiatan operasional bisnis beras lantaran secara perhitungan, usaha beras sudah tidak feasible.

Maklum, tak lama setelah kasus hukum menimpa Tiga Pilar, pemerintah merilis kebijakan mengenai harga eceran tertinggi (HET) produk beras. Jika sebelumnya Tiga Pilar bisa menjual beras premium seharga Rp 20.000 per kilogram (kg), pemerintah mematok HET beras premium di posisi Rp 12.800 per kg.

Pasca menghentikan operasional bisnis beras, Tiga Pilar memutus hubungan kerja karyawan di tiga perusahaan tersebut. Per Februari, dari 400 orang total karyawan di PT IBU, sebanyak 300 karyawan telah dilakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sementara 100 orang lainnya pada saat itu masih dalam proses PHK.

Di PT JSR, Tiga Pilar memutus hubungan kerja 250 orang sementara 50 orang sisanya masih dalam proses PHK. Sementara di PT SAKTI, sebanyak 700 orang menyelesaikan kontrak kerja dan tidak diperpanjang kembali kontraknya,  50 orang terkena PHK, 150 orang dirumahkan, dan 100 karyawan lain tetap bekerja.

Bisnis beras

Penghentian operasional bisnis beras jelas berdampak terhadap hilangnya potensi pendapatan Tiga Pilar dari lini bisnis beras. Padahal, berdasarkan laporan keuangan terakhir per 30 September 2017, lini bisnis beras menyumbang pendapatan Rp 2,3 triliun atau 56% terhadap total pendapatan. Malah, pada 2016, divisi beras menyumbang lebih dari 60% terhadap total pendapatan Tiga Pilar.

Meski terbilang baru, kontribusi divisi beras dalam waktu singkat telah menyalip divisi makanan yang menjadi bisnis awal Tiga Pilar. Berdiri sejak 1992, Tiga Pilar memproduksi bihun kering dan mi kering sebagai produk utama. Tiga Pilar baru masuk ke bisnis beras pada 2010 dengan mengakuisisi PT Dunia Pangan (DP) yang bergerak di bisnis perdagangan beras. Di akhir tahun itu, Tiga Pilar mengakuisisi PT JSR, perusahaan penggilingan beras modern pertama di Indonesia.


Reporter: Herry Prasetyo
Editor: Herry Prasetyo

DIVESTASI SAHAM

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0010 || diagnostic_api_kanan = 0.0522 || diagnostic_web = 0.3217

Close [X]
×