kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Atlet cidera? Tenang, ada perusahaan asuransi


Selasa, 04 September 2018 / 12:00 WIB

Atlet cidera? Tenang, ada perusahaan asuransi

KONTAN.CO.ID - Akun Instagram Anthony Sinisuka Ginting tiba-tiba diserbu oleh puluhan ribu warganet (netizen), Rabu dua pekan lalu (22/8). Bukan untuk menghujat atau mencela. Netizen membanjiri kolom komentar instagram @sinisukanthony untuk memberikan dukungan moral kepada atlet bulu tangkis nasional tersebut.

Ya, pada hari itu, Anthony Ginting memang mengalami cedera kaki saat bertanding melawan pebulu tangkis asal Tiongkok, Shi Yuqi pada partai pertama, final beregu putra Indonesia vs China di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta. Cedera kaki yang dialaminya, kemudian memaksa Anthony menghentikan pertandingan. Alhasil, Anthony harus kalah melawan Shi Yuqi.

Peristiwa yang dialami Anthony, tentu saja, bukan kali pertama dialami oleh atlet Indonesia. Banyak atlet mengalami cedera saat bertanding di berbagai event olahraga, baik bertaraf nasional maupun internasional. Beruntung, belakangan para klub dan penyelenggara event olahraga semakin menyadari pentingnya keselamatan atlet mereka ketika sedang bertanding.

Mereka melindungi para atlet dengan asuransi. Asuransi seperti ini, biasanya, juga melindungi para peserta event olahraga seperti lari, yang belakangan kerap diadakan oleh berbagai lembaga. 

Lebih lagi, Asian Games 2018 yang tingkatnya internasional. Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (Inasgoc) menunjuk PT Asuransi Jiwa Mandiri Inhealth Indonesia sebagai mitra penyedia pelayanan asuransi kesehatan selama Asian Games 2018 yang digelar di Jakarta dan Palembang tersebut. Tidak tanggung-tanggung, Mandiri Inhealth diberi kepercayaan untuk mengkaver asuransi sebanyak 34.236 peserta yang terdiri dari atlet dan pendukung Asian Games 2018 dari 45 Negara.

Iwan Pasila, Direktur Utama Mandiri Inhealth mengatakan, pihaknya menyediakan pelayanan asuransi kesehatan bagi semua atlet dan pendukung Asian Games 2018 mulai dari 30 Juli hingga 4 September 2018. “Kami dipilih karena memenuhi semua persyaratan yang ditentukan Organizing Committee of Asia (OCA) dan Inasgoc,” kata Iwan.

Menurut Iwan, ada sejumlah kriteria yang ditentukan OCA untuk memilih mitra asuransi kesehatan bagi para atlet dan ofisial yang terlibat dalam Asian Games 2018. Di antaranya, pola rujukan yang tidak berbelit-belit, tidak ada limit atau batasan klaim, dan rumah sakit yang menjadi rujukan.

Nah, lanjut Iwan, kriteria tersebut hanya dapat dipenuhi oleh produk managed care. “Setelah kami sounding dengan Inasgoc, hanya Mandiri Inhealth yang dilihat sebagai perusahaan asuransi penyedia produk managed care,” imbuh Iwan.

Bukan cuma itu. Rumah sakit yang selama ini menjadi rujukan Mandiri Inhealth untuk peserta pemegang polis juga harus memenuhi kriteria OCA dan Inasgoc. Dengan kata lain, Mandiri Inhealth tidak bisa merujuk sembarangan rumah sakit kepada para atlet yang mengalami cedera saat berlaga di Asian Games 2018.

Iwan menyebutkan, ada 27 rumah sakit yang telah ditetapkan Inasgoc sebagai rujukan Mandiri Inhealth bagi para atlet Asian Games. Rumah sakit itu antara lain, RSPAD Gatot Subroto, RS Mintohardjo, RS Mitra Keluarga Kemayoran, RSCM, dan RS Pusat Pertamina.

Sayangnya, Iwan enggan membeberkan nilai premi yang dibebankan kepada masing-masing atlet yang mendapat perlindungan asuransi dari Mandiri Inhealth. Yang jelas, kata dia, nilai pertanggungan yang diberikan kepada masing-masing peserta tidak terbatas.

Khusus atlet nasional
Cedera memang jadi alasan paling dominan kenapa para atlet harus mendapatkan proteksi asuransi. Maklum, jika  cedera, atlet berpotensi kehilangan penghasilan. Apalagi jika si atlet belum mendapatkan pekerjaan tetap.

Itu sebabnya, bukan cuma Mandiri Inhealth yang melihat besarnya peluang bisnis asuransi bagi atlet. Perusahaan asuransi jiwa lain, yakni PT AXA Mandiri Financial Services (Axa Mandiri) juga mengalap rezeki dari perhelatan Asian Games 2018. Namun, berbeda dengan Mandiri Inhealth, Axa Mandiri hanya mengkaver asuransi bagi para atlet dan tim ofisial dari kontingen Indonesia saja.

Henky Oktavianus, Direktur In-Branch Channel Axa Mandiri menjelaskan, sesuai dengan kesepakatan AXA Mandiri dan Komite Olahraga Indonesia (KOI) sebagai badan yang menaungi para atlet dan ofisial tim Indonesia di Asian Games 2018, pihaknya menyediakan perlindungan asuransi kesehatan kepada lebih dari 1.300 atlet dan ofisial tim. “Atlet yang kami kaver asuransi rentang usianya mulai dari 9 tahun hingga usia 79 tahun,” ungkap Henky.

Henky menambahkan, Axa Mandiri menyediakan perlindungan kesehatan dengan manfaat rawat inap dan rawat jalan, perawatan rumah sakit setara dengan layanan kelas 1, serta manfaat perlindungan jiwa atas risiko meninggal dunia.

Selain itu, Axa Mandiri juga memberikan manfaat tambahan perlindungan jiwa senilai Rp 250 juta bagi atlet yang meninggal dunia dan Rp 500 juta jika meninggal dunia akibat kecelakaan. “Sebagai apresiasi kepada atlet yang menyumbang medali emas untuk Indonesia, kami memberikan manfaat tambahan perlindungan jiwa senilai Rp 1 miliar,” imbuh Henky.

Henky mengklaim, terpilihnya Axa Mandiri sebagai mitra penyedia asuransi bagi para atlet Asian Games, bukan tanpa dasar. Saat ini, kata dia, Axa Mandiri mempunyai lebih dari 1.300 pusat layanan kesehatan di seluruh Indonesia.

Di pusat layanan kesehatan tersebut, para atlet bisa mendapatkan perawatan kesehatan dengan metode cashless atau tidak mengeluarkan biaya sendiri. Sekalipun nantinya perawatan dilakukan di luar rumah sakit yang dirujuk, peserta tetap akan mendapat manfaat perlindungan kesehatan melalui metode reimbursement.

Tak terbatas di Asian Games, perusahaan asuransi memang melihat para olahragawan sebagai pasar empuk. PT BNI Life misalnya, pada awal Agustus lalu memberikan polis asuransi kepada Juara Dunia Lari 100 meter U-20, Lalu Muhammad Zohri. “Kami berikan polis Asuransi jiwa senilai Rp 1 miliar untuk fixed protection selama 3 tahun dan asuransi kesehatan Maksima Sehat selama 1 tahun,” kata Arry Herwindo Wildan, Vice President Head of Corporate Secretary & Corporate Communication BNI Life. 

Pria yang akrab disapa Herwindo itu menegaskan, BNI Life telah memberikan perlindungan asuransi jiwa dan kesehatan bagi para atlet, sejak bergulirnya Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX dan Pekan Paralimpiade Nasional XV tahun 2016 yang lalu.

Hingga saat ini, menurut Herwindo, ada lebih dari 10 atlet nasional termasuk para atlet legendaris,  yang masih menjadi pemegang polis BNI Life. Para atlet itu berusia usia antara 20 tahun sampai 60 tahun, seperti Tantowi Ahmad, Liliyana Natsir, dan Ellyas Pical. “Kami memberikan perlindungan kesehatan dan jiwa. Nilai pertanggungan yang diberikan maksimal sebesar Rp 1 miliar,” jelas Herwindo.


Reporter: Dikky Setiawan
Editor: Bagus Marsudi

Video Pilihan


Close [X]
×