kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.791
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS614.076 0,00%

BI: Tawaran promissory note Grup Fikasa tak berizin

Senin, 12 Maret 2018 / 18:23 WIB

BI: Tawaran promissory note Grup Fikasa tak berizin
ILUSTRASI. Ilustrasi Cover Menaruh Investasi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah cukup lama beredar dimasyarakat, Bank Indonesia (BI) akhirnya menegaskan bahwa promissory note (surat sanggup bayar) yang diterbitkan Grup Fikasa lewat anak usahanya, tidak berizin. BI sebagai pihak yang berwenang, menyatakan tidak pernah menerima permohonan dan memberikan persetujuan pendaftaran promissory note dari Grup Fikasa.

Nanang Hendarsah Kepala Departemen Pendalaman Pasar Keuangan BI menyatakan, pihaknya juga berkoordinasi dengan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). "Berdasarkan data di KSEI kini hanya ada satu promissory note, tapi bukan atas nama PT Wahana Bersama Nusantara ataupun PT Tiara Global Propertindo," tutur Nanang, kepada Kontan.co.id, Senin (12/3).


Nilai penjualan promissory note yang sebesar Rp 100 juta, berada di bawah ketentuan minimal yang dipersyaratkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.19/9/PBI/2017 yang sebesar Rp 500 juta. Nanang menghimbau masyarakat agar mencari tahu dan memahami risiko produk investasi. "Calon pembeli surat berharga komersial harus paham risiko. Apalagi tidak terdaftar di BI," imbuh Nanang.

Kata Nanang, BI telah meminta KSEI untuk menghimbau calon penerbit surat berharga komersial agar lebih dahulu mendaftarkan ke BI.

Seperti telah dibahas Kontan.co.id sebelumnya, kini beredar promissory note Grup Fikasa oleh PT Wahana Bersama Nusantara. Melalui Wahana Bersama, Grup Fikasa memberikan iming-iming bunga 9% hingga 11% per tahun, dimana bunganya dibayarkan saban bulan ke rekening investor. Program investasi ini berjangka waktu mulai dari 3 bulan hingga 12 bulan. Wahana Bersama sudah memasarkan produk tersebut sejak tahun 2012.

Wahana Bersama dipimpin oleh Bhakti Salim, putera dari Kayo Salim. Adapun Kayo Salim, awalnya merupakan salah satu pemegang saham PT Miwon Indonesia, produsen bumbu penyedap merek Mi-Won yang sudah tak asing lagi terdengar ditelinga masyarakat Indonesia.

Hanya saja, Grup Fikasa kini memang sedang dalam sorotan. PT Fikasa Raya sebagai entitas dalam Grup Fikasa terlibat pembiayaan macet dari PT Danareksa (Persero), berdasarkan hasil audit pemeriksaan dengan tujuan tertentu Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). BPK mencatat outstanding pembiayaan Danareksa kepada Fikasa Raya hingga 31 Oktober 2016 mencapai Rp 279,22 miliar, terdiri dari pokok pembiayaan Rp 201 miliar beserta bunga ditambah denda.

Kepada Kontan.co.id, Bhakti hanya menjawab singkat terkait persoalan yang membelit grup usahanya. "Fasilitas kami di Danareksa dalam keadaan lancar, terima kasih pak,” kata Bhakti singkat kepada Kontan.co.id, Rabu (7/3) malam. Dia pun tak bersedia menanggapi penjualan promissory note Wahana Bersama Nusantara.


Reporter: Yuwono Triatmodjo
Editor: Yuwono triatmojo

INVESTASI

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.0514 || diagnostic_web = 0.2871

Close [X]
×