kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.791
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS614.076 0,00%

Gagal bayar bunga utang tepat waktu, peringkat AISA turun menjadi Selective Default

Kamis, 05 Juli 2018 / 15:12 WIB

Gagal bayar bunga utang tepat waktu, peringkat AISA turun menjadi Selective Default
ILUSTRASI. Tiga Pilar Sejahtera



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kegagalan PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) membayar bunga tepat waktu berbuntut panjang. Hari ini, Kamis (5/7), Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan penghentian sementara perdagangan efek AISA terhitung sejak Sesi I Perdagagan Efek tanggal 5 Juli 2018. Pada saat bersamaan, Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat AISA dari CCC menjadi SD alias Selective Default.

Mengutip siaran pers Pefindo yang dirilis hari ini, Kamis (5/7), Pefindo menurunkan peringkat Obligasi TPS Food I/2013 dan Sukuk Ijarah TPS Food I/2013 dari CCC menjadi D alias Default. Keputusan ini sehubungan dengan ketidakmampuan AISA membayar kupon obligasi dan sukuk yang jatuh tempo pada 5 Juli 2018. Sementara peringkat Sukuk Ijarah TPS Food II/2016 masih dipertahankan pada CCC.


Analis Pefindo Martin Pandiangan mengatakan, obligor dengan peringkat SD menandakan obligor gagal membayar satu atau lebih kewajiban finansialnya yang jatuh tempo tetapi masih melakukan pembayaran tepat waktu atas kewajiban lainnya.

Efek utang diganjar peringkat D pada saat gagal bayar atau agal bayar atas efek utang terjadi dengan sendirinya pada saat pertama kali timbul peristiwa gagal bayar atas efek utang tesebut.

Efek utang dengan peringkat CCC saat ini rentan untuk gagal bayar dan bergantung pada kondisi bisnis dan keuangan yang lebih menguntungkan untuk bisa memenuhi komitmen keuangan jangka panjang.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Tiga Pilar seharusnya melakukan pembayaran bunga utang yang jatuh tempo pada hari ini. Pertama adalah pembayaran bunga atas Obligasi TPS Food I/2013 senilai Rp 30,75 miliar. Kedua adalah pembayaran fee ijarah atas Sukuk Ijarah TPS Food I/2013 senilai Rp 15,37 miliar. Total, AISA harus membayar bunga utang senilai Rp 46,12 miliar.

Namun, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada Rabu (4/7) menyampaikan, pembayaran bunga ke-21 atas Obligasi dan Sukuk Ijarah TPS Food I Tahun 2013 ditunda sampai ada pemberitahuan lebih lanjut dari penerbit efek. Penundaan tersebut merujuk surat PT Tiga PIlar Sejahtera Food Tbk Nomor 051/TPSF-CORSEC/VII/2018.

Sekretaris Perusahaan AISA Ricky Tjie mengatakan, penundaan pembayaran bunga disebabkan karena belum adanya kesiapan dana. Per 26 Juni 2018, posisi kas perusahaan hanya sebesar Rp 48 miliar.

Hingga saat ini, belum ada informasi dari manajemen AISA mengenai jadwal pembayaran bunga yang ditunda. Yang jelas, pada 19 Juli mendatang, AISA juga harus membayar fee ijarah atas  Sukuk Ijarah TPS Food II/2016 senilai Rp 63,3 miliar. 

 

 


Reporter: Herry Prasetyo
Editor: Herry Prasetyo

OBLIGASI

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0005 || diagnostic_api_kanan = 0.0612 || diagnostic_web = 0.3106

Close [X]
×