kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Martina Berto memoles produk demi menekan kerugian


Jumat, 14 September 2018 / 07:10 WIB

Martina Berto memoles produk demi menekan kerugian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski bukan kebutuhan pokok, pasar kosmetik tetap memikat. Maklum, aktivitas mempercantik diri semakin menjadi tren di kalangan anak muda. Namun, catatan keuangan PT Martina Berto Tbk (MBTO) kontradiktif dengan fenomena tersebut.

Sepanjang semester I 2018 kemarin, Martina Berto menanggung rugi bersih sebesar Rp 21,65 miliar. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, perusahaan yang berdiri sejak 1977 itu masih mencetak laba bersih Rp 3,43 miliar.

Martina Berto tak terkejut dengan pencapaian itu. Namun bukan berarti mereka tinggal diam. Manajemen sudah menyadari pentingnya mengemas ulang produk demi menggairahkan pasar.

Sejauh ini pangsa pasar terbesar kosmetik Martina Berto adalah konsumen berusia 30 tahun ke atas. Terang saja, produk yang mereka rilis kurang bisa merangkul segmen pasar anak muda atau generasi milenial.

Maka dari itu, anak usaha Martha Tilaar Group ini berupaya meluncurkan produk baru dan mengemas produk lama. "Kami mau produk kami juga digunakan oleh orang yang berumur 30 tahun ke bawah, tapi yang di atas 30 berjiwa muda tentu bisa juga menggunakannya," ujar Bryan David Emil, Direktur Utama PT Martina Berto Tbk.

Selain tantangan untuk memenangkan pasar, Martina Berto terkendala tren kenaikan harga energi, kebijakan bea masuk Presiden Trump, dan pelemahan kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Alhasil, biaya produksinya membengkak. Sementara, perusahaan yang tercatat dengan kode saham MBTO di Bursa Efek Indonesia ini tak bisa mengerek volume penjualan tanpa menawarkan iming-iming promosi dan potongan harga kepada konsumen.

Biarpun aneka tantangan bisnis mengadang, Martina Berto masih yakin mampu mencetak pertumbuhan penjualan sebesar 5%-7% tahun ini. Sebagai gambaran, nilai penjualan tahun lalu mencapai Rp 731,58 miliar.

Namun, rapor bottom line Martina Berto di akhir tahun nanti belum akan beranjak dari zona merah. "Untuk kerugian memang akan minus, tapi secara persentase tidak akan sebesar di semester I 2018 kemarin," kata Bryan.


Sumber : Harian KONTAN
Editor: Herry Prasetyo
Video Pilihan

Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0013 || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web = 0.1696

Close [X]
×