Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.455
  • EMAS663.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Menghadapi krisis global, ekonomi Indonesia masih bergigi

Sabtu, 01 September 2018 / 12:20 WIB

Menghadapi krisis global, ekonomi Indonesia masih bergigi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas moneter dan fiskal Indonesia tak boleh lengah. Alarm krisis menyala di banyak tempat, Venezeula, Turki dan kemudian Argentina. Ini masih diperburuk dengan tensi ketegangan perang dagang Amerika Serikat dan China yang tak mereda.

Seturut dengan itu, ekonomi negara Uak Sam unjuk gigi, dengan merevisi pertumbuhan ekonomi kuartal II 2018 dari 4,1% menjadi 4,2%. Perbaikan ini diproyeksi akan membuat AS segera menaikkan suku bunga September ini.


Kabar ini tak pelak membuat pasar keuangan emerging market demam. Yang paling kena duluan adalah jatuhnya nilai tukar. Bolivar Venezeula, Lira Turki, Peso Argentina, Real Brasil, Rand Afrika Selatan, Rupee India berjatuhan terhadap dollar AS, termasuk Rupiah.

Jumat (31/8), Jakarta Interbank Spot Dollar (JISDOR) mencatat kurs rupiah melemah ke level Rp 14.711 per dollar AS. Di pasar spot rupiah bahkan sempat menembus Rp 14.800 per dollar AS. Ini adalah level terburuk sejak tahun 1998.

Bank Indonesia (BI) dan Pemerintah kompak menyatakan, kondisi Indonesia solid. Meski begitu, otoritas fiskal dan moneter mengaku tetap waspada.

Harus diakui, ekonomi kita juga rentan dengan paparan eksternal. Maklum 'ekonomi' Indonesia juga masih dikuasi asing. Di pasar keuangan hot money masih merajai dengan kepemilikan di obligasi negara sekitar 40%.

Neraca transaksi berjalan kita juga masih defisit, bahkan defisit transaksi berjalan melebar ke level tertinggi dalam empat tahun terakhir yakni mencapai US$ 8,03 miliar di kuartal II. Adapun Turki defisit transaksi berjalan hanya US$ 5,9 miliar. Adapun Argentina US$ 9,6 miliar pada kuartal I-2018.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, kondisi ekonomi Indonesia berbeda dengan Argentina dan Turki. Fundamental Indonesia kuat, meski sama-sama mencatatkan defisit transaksi berjalan atau currrent account deficit (CAD).

Indikator ekonomi Indonesia cukup bagus. "Inflasi sangat rendah, stabilitas sistem keuangan terjaga, intermediasi kuat. Jadi, makro terjaga," kata Perry, Jumat (31/8) Cadangan devisa kita juga besar US$ 118,31 miliar di Juli 2018. Pada periode sama, Argentina hanya US$ 57,99 miliar, adapun Turki US$ 98,38 miliar di Juni 2018.

Agar rupiah terkendali, BI juga mengaku siaga di pasar keuangan. Selain siap memasok dollar, BI juga siap menaikkan volume intervensi baik di pasar valas maupun Surat Utang Negara (SUN). "Jumat jelang jam 11, kami beli SUN Rp 3 triliun," ujar Perry. BI juga terus melakukan operasi lelang swap dengan target US$ 400 juta dan windows swap hedging.

Yang juga membedakan Indonesia dengan negara lain, kata Perry adalah kebijakan moneter, fiskal, dan sistem keuangan yang antisipatif. Bahkan, Pemerintah juga berkomitmen untuk segera menurunkan CAD.

Salah satunya dengan perluasan pencampuran biodiesel 20% atau B20 yang mulai berlaku hari ini. "Ini bisa pangkas impor migas tahun ini US$ 2,2 miliar. Tahun depan, jika ditambah ekspor, ada tambahan US$ 9 - US$ 10 miliar," ujarnya. Sektor pariwisata digenjot, ada pula penundaan sejumlah proyek yang belum financial closing, serta meningkatkan penggunaan komponen lokal.

Menteri Koordinator Ekonomi Darmin Nasution menambahkan, rupiah memang masih dalam tekanan lantaran suku bunga The Fed akan naik di September 2018. "Arahnya memang harus ikuti The Fed," ujar Darmin. Peluang kenaikan bunga acuan di tahun 2018–2019 bisa sampai 1,5%. Bunga yang tinggi memang bisa menghambat ekonomi. Namun, kata Darmin, stabilitas lebih penting daripada mengejar target PDB.


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan

TERBARU
Hasil Pemilu 2019
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0738 || diagnostic_web = 0.5373

Close [X]
×