kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.791
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS614.076 0,00%

Perusahaan milik Dirut Tiga Pilar mulai mengurangi kepemilikan di Golden Plantation

Jumat, 29 Juni 2018 / 06:15 WIB

Perusahaan milik Dirut Tiga Pilar mulai mengurangi kepemilikan di Golden Plantation



Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja  saham PT Golden Plantation Tbk (GOLL) belakangan terus tertekan. Dalam sebulan terakhir, harga saham GOLL  turun hingga 37,8%.

Senin (25/6) dan Kamis (28/6) kemarin,  harga saham emiten perkebunan kelapa sawit ini turun di posisi Rp 51 per saham. Ini merupakan posisi terendah sepanjang 2018. Padahal, pada 16 April lalu, harga saham GOLL ditutup di posisi Rp 164 per saham, posisi tertinggi sepanjang tahun ini.


Harga saham GOLL mulai tertekan memasuki bulan Mei 2018. Penurunan tersebut hampir berbarengan dengan rilis laporan keuangan Golden Plantation di kuartal I-2018.

Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, kinerja Golden Plantation memang mengecewakan. Pendapatan Golden Plantation per akhir Maret 2018 hanya Rp 31,15 miliar, anjlok hingga 43,9% dibandingkan periode sama tahun lalu.

Sementara, rugi bersih perusahaan yang berdiri sejak 2007 ini melonjak hingga lebih dari 10 kali. Pada kuartal I-2017, Golden Plantation membukukan rugi bersih Rp 1,8 miliar. Di kuartal I-2018, rugi bersihnya membengkak menjadi Rp 21,47 miliar.

Lonjakan rugi bersih itu disebabkan oleh beban pokok penjualan yang lebih besar dibandingkan pendapatan, kenaikan beban  beban keuangan.

Toh, dalam suratnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen Golden Plantation mengatakan, tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang bisa memengaruhi nilai efek perusahaan.

Surat tertanggal 31 Mei 2018 yang diteken oleh Sekretaris Perusahaan Golden Plantation Eric Firmansyah tersebut merupakan jawaban atas permintaan penjelasan atas volatilitas transaksi efek yang diajukan BEI. "Perseroan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu," ujar Eric dalam surat tersebut.

Yang menarik, di tengah harga saham GOLL yang terus menurun, pemegang saham pengendali Golden Plantation, PT JOM Prawarsa Indonesia, mulai mengurangi kepemilikan saham di Golden Plantation.

Pada 8 Mei 2018, JOM Prawarsa tercatat masih menguasai 2.864.990.000  saham GOLL atau setara dengan 78,17% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Jumlah tersebut masih sama saat JOM Prawarsa mengakuisisi Golden Plantation pada Mei 2016 lalu dari PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA).

Namun, mulai 11 Mei 2018, perusahaan milik Direktur Utama AISA Stefanus Joko Mogoginta itu mulai menjual saham GOLL sedikit demi sedikit. Penjualan saham GOLL itu dilakukan setiap hari perdagangan  setidaknya hingga Senin (25/6) lalu.

Dalam periode tersebut, JOM Prawarsa tak pernah absen menggelar penjualan saham GOLL meski dalam jumlah yang bervariasi. Pada 11 Mei, misalnya, JOM Prawarsa melego 4,9 juta saham GOLL.

Pada hari perdagangan berikutnya, 14 Mei 2018, JOM Prawarsa menjual 2,2 juta saham GOLL. Lalu, berturut-turut pada 15 Mei dan 16 Mei, JOM Prawarsa menjual masing-masing 305.300 saham GOLL dan 852.700 saham GOLL.

Sepanjang bulan Mei 2018, JOM Prawarsa telah melego  34,14 juta saham GOLL. Sehingga, per 31 Mei 2018, kepemilikan saham JOM Prawarsa di GOLL berkurang menjadi 77,24%.

Memasuki Juni 2018, JOM Prawarsa masih melanjutkan penjualan saham GOLL. Pada hari pertama perdagangan saham di bulan Juni, Senin (4/6), misalnya, JOM Prawarsa melego 6,9 juta saham GOLL. JOM Prawarsa juga langsung menggelar penjualan saham GOLL di hari pertama perdagangan BEI pasca libur panjang Lebaran.

Total, pada periode 11 Mei hingga 25 Juni 2018, JOM Prawarsa telah menjual 59,5 juta saham GOLL. Per 25 Juni 2018, kepemilikan saham JOM Prawarsa di GOLL telah berkurang menjadi 76,55%.

Belum jelas apa alasan JOM Prawarsa mengurangi kepemilikan saham di GOLL. Stefanus Joko Mogoginta, Direktur sekaligus pemilik JOM Prawarsa, tidak merespons telepon maupun pesan KONTAN.

Yang jelas, dalam suratnya kepada BEI akhir Mei lalu, Eric menyatakan, pemegang saham utama belum berencana untuk mengubah kepemilikan sahamnya di Golden Plantation.

Golden Plantation berdiri pada 2007. Pada 2008, Tiga Pilar masuk ke bisnis perkebunan kelapa sawit melalui akuisisi PT Bumi Raya Investindo. Pada 2014, Tiga Pilar mengakuisisi Golden Plantation. Pada tahun yang sama, Golden Plantation mengakuisisi Bumi Raya dan menggelar penawaran umum perdana saham alias initial public offering (IPO).

Pada 11 Mei 2016, Tiga Pilar menggelar divestasi Golden Plantation. Bertindak sebagai pembeli adalah Jom Prawarsa. JOM Prawarsa mengakuisisi 78,17% saham Golden Plantation senilai Rp 521,4 miliar.

Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi. Sebab, baik JOM maupun Tiga Pilar dikendalikan oleh pihak yang sama, yakni Stefanus Joko Mogoginta. Joko adalah Direktur Utama Tiga Pilar dan pemegang saham Tiga Pilar Corpora, pemegang saham pengendali Tiga Pilar. Di JOM Prawarsa, Joko merupakan pemegang saham dengan kepemilikan saham sebesar 80%.

Berdasarkan laporan Tiga Pilar per September 2017, JOM Prawarsa belum membayar transaksi pengambilalihan Golden Plantation kepada Tiga Pilar. Padahal, berdasarkan perjanjian, pembayaran transaksi pengambilalihan GOLL semestinya paling lambat 30 September 2016.

Sesuai perjanjian pula, JOM dikenakan denda sebesar 10,25% per tahun. Makanya, per September 2017, JOM Prawarsa  masih memiliki utang kepada Tiga Pilar senilai Rp 574,87 miliar.

Langkah Tiga Pilar melego Golden Plantation ke GOLL pada 2016 lalu memang tidak ditujukan untuk memperoleh dana segar. Tujuan utamanya adalah memperbaiki profil keuangan Tiga Pilar secara konsoligasi agar lebih baik.

Sebab, kontribusi utang bank Golden Plantation ke Tiga Pilar cukup signifikan. Sementara, lantaran profil kebun kelapa sawit masih mudah, kontribusi pendapatan dan profit ke Tiga Pilar masih minim.

Karena itulah, Tiga Pilar menjual Golden Plantation kepada JPI sebagai perusahaan yang masih terafiliasi. Harapannya, JOM Prawarsa bisa memahami alasan penjualan Golden Plantation. Sebab, jika menjual kepada perusahaan lain yang tidak terafiliasi, bisa jadi Tiga Pilar tidak bisa mendapat penawaran harga terbaik.

Namun, kondisi keuangan Tiga Pilar kini jauh berbeda dengan dua tahun lalu. Di tengah likuiditas yang ketat akibat penghentian operasionalisasi bisnis beras sejak akhir tahun lalu, Tiga Pilar pada bulan depan harus membayar bunga utang yang jatuh tempo senilai Rp 109 miliar. Padahal, per pertengahan Mei 2017, Tiga Pilar hanya memiliki kas senilai Rp 30 miliar-Rp 40 miliar.

Bukan tidak mungkin langkah JOM Prawarsa mengurangi kepemilikan saham di GOLL dimaksudkan untuk membayar utang kepada Tiga Pilar. Sehingga, Tiga Pilar bisa membayar bunga utang pada bulan depan.

Yang jelas, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Golden Plantation yang digelar pada 25 Mei lalu telah menyetujui pemberian wewenang kepada direksi untuk mencari investor bagi Golden Plantation maupun entitas anak.


Reporter: Herry Prasetyo
Editor: Herry Prasetyo

KEPEMILIKAN SAHAM

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0748 || diagnostic_web = 0.3818

Close [X]
×