kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.123
  • SUN95,28 0,51%
  • EMAS661.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.08%
  • RD.CAMPURAN 0.07%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%

Produksi lokal minim, Indonesia dibanjiri kedelai Amerika

Kamis, 30 Agustus 2018 / 11:30 WIB

Produksi lokal minim, Indonesia dibanjiri kedelai Amerika
ILUSTRASI.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penurunan produksi dalam negeri membuat impor kedelai Indonesia asal Amerika Serikat (AS) terus meningkat. Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Pertanian AS atau United States Department of Agriculture, per 16 Agutus 2018 total ekspor kacang kedelai AS ke Indonesia mencapai 2,34 juta ton.

Volume ekspor kedelai AS ke Indonesia tersebut meningkat 5,15% dibandingkan periode sama 2018 yang sebesar 2,22 juta ton. Peningkatan ekspor kedelai AS ke Indonesia melonjak tajam pada pekan pertama Agutus 2018, yakni sebesar 92,31% menjadi 405.200 dari periode sama tahun 2017 sebesar 210.700 ton


Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) Aip Syarifuddin mengakui adanya peningkatkan impor kedelai di bulan ini. Peningkatan impor dilakukan karena produksi kedelai dalam negeri masih minim.

"Produksi kedelai lokal statis saja, sementara kebutuhan kedelai tiap tahun meningkat. Maka kita masih butuh impor untuk penuhi permintaan," ujar Aip kepada Kontan.co.id, Rabu (29/8).

Menurut Aip, produksi kedelai dalam negeri paling tinggi sebesar 500.000 ton per tahun. Produksi sebesar itu semuanya diserap pelaku usaha yang memproduksi tahu dan tempe, sebab industri ini setiap tahun membutuhkan sekitar 2 juta ton kedelai. Produsen tahu dan tempe merupakan penyerap terbesar kedelai hingga sekitar 88%.

Sementara sisanya diserap sektor usaha lain seperti Cimory, produsen susu kedelai, yang menyerap 100.000 ton kedelai per tahun.

Ia mengakui, di tengah pelemahan rupiah, saat ini harga kedelai impor di pasar domestik masih mahal di kisaran Rp 11.000–Rp 12.000 per kg. Sementara harga kedelai lokal hanya sekitar Rp 5.500–Rp 8.500 per kg. Di pasar internasional, harga kedelai AS sempat turun di kisaran US$ 0,834 per gantang dari sebelumnya US$ 0,903 per gantang (1 gantang=1,5 kg).

Kepala Subdit Kedelai Kementerian Pertanian Mulyono mengklaim, produksi kedelai lokal terus meningkat. Hingga Agutus ini, produksi kedelai diperkirakan mencapai 708.519 ton.

Produksi itu mendekati target tahun yang sebesar 982.598 ton. "Ada perluasan tanam menjadi 546.000 ha. Yang sudah tertanam 260.000 ha, sisanya akan tertanam September-Oktober 2018," kata dia.

 

Reporter: Tane Hadiyantono
Editor: Wahyu Rahmawati

Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.3475 || diagnostic_web = 2.1103

Close [X]
×