kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.791
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS614.076 0,00%

Prospek utang Bukopin negatif menyusul penurunan kualitas aset dan kecukupan modal

Kamis, 19 April 2018 / 22:08 WIB

Prospek utang Bukopin negatif menyusul penurunan kualitas aset dan kecukupan modal
ILUSTRASI. Bank Bukopin



Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan prospek  utang PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) dari stabil menjadi negatif. Meski begitu, Pefindo menegaskan peringkat utang Bukopin tetap A.

Penurunan prospek utang, menurut Pefindo, mencerminkan kemungkinan penurunan kualitas aset dan profil permodalan bank lebih jauh lagi. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2017 dan per 31 Maret 2018, Pefindo mengatakan, Bukopin mencatatkan rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) dan kredit dalam perhatian khusus yang tinggi.


Selain itu, rasio kecukupan modal alias capital adequacy ratio (CAR) Bukopin per akhir 2017 dan kuartal I 2018 juga turun menjadi di bawah 12%. Mengutip siaran pers Pefindo, Analis Pefindo Kreshna D. Armand dan Danan Dito, mengatakan, Bukopin saat ini telah memiliki rencana mengatasi masalah permodalan, termasuk di antaranya dengan menggelar penerbitan saham baru alias rights issue.

Manajemen Bukopin juga telah menangani kondisi penurunan kecukupan modal dan peningkatan kredit bermasalah dengan memperkuat kebijakan manajemen risiko dan mengerahkan usaha pemulihan aset. Pefindo menilai, upaya tersebut tetap akan dihadapkan pada kondisi ekonomi makro yang kurang mendukung dan pada tantangan untuk menyelesaikan kredit bermasalah yang berjumlah besar. Kresha mengatakan, penurunan kualitas aset Bukopin juga sebagian dipengaruhi oleh pencabutan relaksasi klasifikasi aset.

Jika Bukopin tidak bisa menyelesaikan masalah kualitas aset dan permodalan tepat waktu dan berkelanjutan sesuai rencana, Pefindo bisa menurunkan peringkat utang Bukopin. Sebaliknya, prospek peringkat utang bisa kembali menjadi stabil jika Bukopin menunjukkan perbaikan berkelanjutas atas kualitas aset. Kesuksesan dalam menambah permodalan melalui rights issue juga akan menjadi pertimbangan untuk merevisi prospek utang Bukopin.

Bukopin sejatinya telah berencana menggelar rigts issue pada tahun lalu. Rencana Penawaran Umum Terbatas (PUT) IV itu juga telah memperoleh restu dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yag digelar pada 28 April 2016. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2016 yang digelar pada 9 Mei 2017 juga telah memberikan persetujuan perpanjangan jangka waktu pelakasanaan rights issue.

Namun, manajemen Bukopin saat itu menilai pelaksaaan rights issue bukan kebutuhan mendesak. Sebab, kebutuhan modal dan CAR masih mencukupi berkat penerbitan Obligasi Subordinasi di awal tahun 2017 senilai RP 1,4 triliun.

Namun, mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada 13 April lalu, manajemen Bukopin kini mengusulkan kepada pemegang saham agar Bukopin tetap melaksanakan rights issue. Usulan ini sejalan dengan perkembangan kinerja Bukopin dan untuk menunjang kebutuhan modal dan CAR yang lebih baik.

Makanya, bank yang dikendalikan oleh PT Bosowa Corporindo ini akan meminta persetujuan kembali dari pemegang saham untuk memperpanjang rencana rights issue sampai satu tahun ke depan. Persetujuan ini akan dimintakan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan pada 22 Mei mendatang.

Dalam rencana rights issue kali ini, Bukopin akan menerbitkan saham kelas B sebanyak 30% dari jumlah saham yang ditempatkan dengan nilai nomial Rp 100 per saham. Bukopin menargetkan, rights issue akan dilaksanakan pada semester I 2018.

Selain rights issue, dalam enam bulan ke depan, Bukopin juga berencana menggelar penambahan modal melalui Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Subordinasi Berkelanjutan III. Lalu, Bukopin juga akan melakukan divestasi sebagian penyertaan di Bank Syariah Bukopin demi memperoleh modal tambahan.

Penambahan modal memang menjadi kebutuhan bagi Bukopin. Per akhir 2017 lalu, CAR Bukopin tercatat sebesar 10,52%. Per Maret 2018, CAR Bukopin naik menjadi 11,09%. Meski meningkat, CAR Bukopin per kuartal I 2018 jauh di bawah CAR periode sama tahun 2017 sebesar 17,02%.

Sementara itu, terkait kualitas aset, Bukopin mencatatkan NPL gross pada akhir 2017 lalu  sebesar 8,54%. Pada kuartal I 2018, NPL Bukopin turun menjadi 6,4%.

Hingga akhir Maret 2018, pemegang saham pengendali Bukopin adalah PT Bosowa Corporindo yang menguasai kepemilikan saham sebesar 30%. Pemegang saham Bukopin lainnya adalah Koperasi Pegawai Bulog Seluruh Indonesia (Kopelindo) dengan kepemilikan saham sebesar 18,9%, Negara Republik Indonesia dengan kepemilikan saham sebesar 11,43%, dan masyarakat sebesar 40,48%.


Reporter: Herry Prasetyo
Editor: Herry Prasetyo

PERINGKAT UTANG

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.1074 || diagnostic_api_kanan = 0.0611 || diagnostic_web = 2.2209

Close [X]
×