kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.791
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS614.076 0,00%

Proyek listrik ditunda, pengusaha dan kreditur keberatan

Jumat, 07 September 2018 / 07:45 WIB

Proyek listrik ditunda, pengusaha dan kreditur keberatan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Arah program kelistrikan 35.000 megawatt (MW) kembali buram. Sebab, Menteri ESDM Ignasius Jonan memutuskan untuk menunda proyek pembangkit listrik yang menjadi kebanggaan pemerintahan Presiden Joko Widodo itu. Tak tanggung-tanggung, pemerintah  menunda proyek listrik dengan kapasitas 15.200 MW setara 43,43% dari total target.

Nilai total investasi proyek listrik yang ditunda mencapai US$ 23,9 miliar. Penundaan bukan hanya terjadi pada proyek yang belum memasuki tahap financial close. Kebijakan serupa juga akan diterapkan pada proyek yang sudah commercial operation date (COD) pada 2018-2019 dan akan dimundurkan menjadi tahun 2021-2026.

Juru Bicara Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) Rizal Calvary mengatakan, sampai saat ini PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) belum juga memberikan data secara mendetail proyek yang akan ditunda. "Saya kira masih akan terus berjalan. Soal keresahan pasti ada terutama kreditur yang memiliki interest di sana," ungkap Rizal.

Rizal juga mendengar ada pihak yang akan mengajukan arbitrase atas keputusan penundaan proyek, meski kabar itu harus diklarifikasi terlebih dahulu. "Sekarang tinggal bagaimana langkah PLN dan pemerintah dalam membangun komunikasi dengan independent power producer (IPP)," ungkap dia.

Rizal menjelaskan, Kementerian ESDM juga mesti memberikan penjelasan kepada para IPP, mana saja proyek yang akan ditunda. Sebab hingga kini PLN belum memberikan surat resmi kepada para IPP.

Pengusaha siap berdiskusi dengan PLN, Kementerian ESDM, bahkan Presiden Jokowi soal keberlanjutan proyek listrik ini. Ketua Umum APLSI Arthur Simatupang mengatakan kabar soal penundaan itu akan berdampak bagi IPP.

Kabar yang sampai ke KONTAN menyebutkan, para kreditur yang sudah berkomitmen mengucarkan pinjaman kepada IPP resah atas penundaan proyek pembangkit listrik. Mereka banyak mempertanyakan kebijakan tersebut.

Bahkan saat ini Kementerian ESDM meminta proyek listrik yang sudah konstruksi untuk menambah Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dari yang semula 20% menjadi 39%. Hal ini juga meresahkan IPP lantaran sebagian komponen pembangkit itu tak diproduksi di Indonesia.

Sementara itu, Menteri ESDM Ignatius Jonan menyatakan ada dua alasan kenapa proyek listrik ditunda. Pertama, untuk mengurangi pertumbuhan dan kecepatan impor barang. Sebaliknya, realisasi TKDN harus ditingkatkan. "Kalau dianggap tak perlu, ya kita tunda, karena pelemahan rupiah menjadi hal yang sangat perlu diperhatikan," ungkap Jonan, kemarin.

Kedua, terkait pergeseran pencapaian permintaan listrik. Meski pertumbuhan permintaan listrik pada APBN 2018 sebesar 8%, ternyata hingga kuartal II-2018 hanya tercapai sekitar 4%. "Permintaannya bergeser. Tahun ini permintaan listrik diprediksi 8%. Kami lihat mungkin sampai akhir tahun paling banyak 6%. Jadi, yang belum financial close atau yang belum disetujui pemerintah, kami minta digeser," imbuh Jonan.            


Sumber : Harian KONTAN
Editor: Herry Prasetyo

PROYEK LISTRIK

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0008 || diagnostic_api_kanan = 0.0586 || diagnostic_web = 0.3502

Close [X]
×