kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.791
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS614.076 0,00%

SNP Finance, perusahaan pembiayaan milik Grup Columbia, gagal membayar bunga utang

Kamis, 10 Mei 2018 / 06:10 WIB

SNP Finance, perusahaan pembiayaan milik Grup Columbia, gagal membayar bunga utang



Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan pembiayaan milik Grup Columbia, PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP Finance), gagal membayar kupon Medium Term Notes (MTN) V SNP Tahun 2017 Tahap II dengan tepat waktu. Pada saat bersamaan, SNP Finance juga tengah menghadapi proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Semestinya, pembayaran bunga MTN V/2017  Tahap II jatuh tempo pada 9 Mei 2018. Berdasarkan surat Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) tertanggal 8 Mei 2018, SNP Finance seharusnya telah menyediakan dana yang cukup dan telah efektif di rekening KSEI selambat-lambatnya satu hari bursa sebelum tanggap pembayaran.

Namun, surat yang diteken Direktur KSEI Syafrudin itu menyatakan, SNP Finance tidak bisa memenuhi kewajiban tersebut. Sehingga, pembayaran bunga pertama MTN V SNP Tahap II yang seharusnya dilaksanakan pada 9 Mei 2018 ditunda.

SNP Finance menerbitkan MTN V/2017 Tahap II pada Februari 2018 lalu. MTN bertenor 24 bulan yang akan jatuh tempo pada 9 Februari 2020 itu menawarkan kupon 10,5% per tahun.

Atas kegagalan pembayaran bunga MTN V Tahap II, Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) pada Rabu (9/5), menurunkan peringkat utang SNP Finance dari CCC menjadi SD alias selective default. Pefindo juga menurunkan peringkat MTN V SNP Tahun 2017 Tahap II menjadi D alias default dari sebelumnya CCC.

Sementara itu, atas MTN SNP Finance lainnya, yakni MTN I/2017, MTN II/2017, MTN III/2017, MTN IV/2017, MTN V/2017 Tahap I, dan MTN VI/2018, Pefindo masih mempertahankan peringkat CCC. Namun, Pefindo mengingatkan, peringkat perusahaan dan seluruh MTN dapat diturunkan menjadi D jika SNP Finance tidak bisa memenuhi seluruh kewajiban keuangannya pada saat jatuh tempo.

Sehari sebelumnya, Selasa (8/5), Pefindo telah memangkas peringkat utang SNP Finance dari A menjadi CCC dan menempatkan peringkat SNP Finance pada "Credit Watch dengan Implikasi Negatif". Penurunan peringkat tersebut mencerminkan kekhawatiran Pefindo terkait kesiapan SNP Finance melakukan pembayaran pokok MTN II/2017 Tahap I Seri A senilai Rp 200 miliar yang akan jatuh tempo pada 27 Juni 2018.

Berdasarkan keterangan resmi yang Pefindo rilis pada 9 Mei 2018, Analis Pefindo Handhayu Kusumowinahyu dan Hendro Utomo menjelaskan, obligor dengan peringkat SD menandakan obligor gagal membayar satu atau lebih kewajiban finansialnya yang jatuh tempo. Sementara efek utang mendapat peringkat D saat  terjadi gagal bayar. Efek utang dengan peringkat CCC, menurut Pefindo, rentan untuk gagal bayar dan bergantung pada kondisi bisnis dan keuangan yang lebih menguntungkan untuk bisa memenuhi komitmen keuangan jangka panjang.

Belum jelas apa yang membikin SNP Finance gagal membayar kupon MTN V Tahap II. Padahal, Hendro mengatakan, kinerja keuangan SNP Finance hingga akhir tahun 2017 masih bagus.

Hingga saat ini, Pefindo belum memperoleh informasi terbaru mengenai kinerja SNP Finance per kuartal I 2018, laporan keuangan audit per 31 Desember 2017, dan informasi mengenai sumber dana pembayaran kupon dan MTN yang akan jatuh tempo.

Hendro mengatakan, Pefindo telah berupaya mengontak SNP Finance untuk memperoleh informasi tersebut. Tiga pekan lalu, SNP Finance masih memberikan respons kepada Pefindo. Namun, "Sejak dua pekan terakhir, kami tidak bisa mengontak pihak SNP Finance," ujar Hendro.

Selain menghadapi bunga dan pokok utang yang akan jatuh tempo, SNP Finance saat ini juga tengah menghadapi proses PKPU. Pada 19 April lalu, SNP Finance telah dimohonkan pernyataan pailit. Permohonan itu dilayangkan oleh  Herlina Rahardjo dan Fredi Iman Santoso di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat (PN Jakpus) dengan nomor perkara 10/Pdt.Sus-Pailit/2018/PN Niaga Jkt.Pst. Sidang pertama berlangsung pada 2 Mei 2018.

Menanggapi permohonan pailit tersebut, pada 2 Mei 2018, SNP Finance mengajukan permohonan PKPU di PN Jakpus dengan nomor perkara 52/Pdt.Sus-PKPU/2018/PN Jkt.Pst. Pada 4 Mei 2018, Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada PN Jakpus telah mengabulkan permohonan PKPU Sementara selama 36 hari.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen SNP Finance belum memberikan konfirmasi kepada KONTAN. Direktur Utama SNP Finance Donni Satria dan Direktur Keuangan SNP Finance Rudi Asmawi tidak merespons panggilan maupun pesan singkat KONTAN.

SNP Finance berdiri pada tahun 2000. Pada 2002, Grup Columbia mengakuisisi SNP Finance dari Hari Darmawan, pendiri bisnis ritel Matahari. Pada 2004, SNP Finance kembali beroperasi secara penuh di bawah bendera Grup Columbia. 

SNP Finance fokus pada pembiayaan segmen elektronik, perabot rumah tangga, dan perangkat gawai. Selain itu, SNP Finance juga menyalurkan pembiayaan lain seperti pembiayaan waralaba, pembiayaan restoran, dan pembiayaan katawan perusahaan. Namun, sebagian besar pembiayaan SNP Finance mengalir ke pembeli elektronik dan furnitur di gerai Columbia. 


SNP Finance juga mulai menyalurkan pembiayaan melalui e-commerce. Beberapa e-commerce yang telah menjadi mitra SNP FInance antara lain Mataharimall.com, Bhinneka.com. dan Plaza Kamera. 

Sepanjang 2018, SNP Finance menyalurkan pembiayaan Rp 4,2 triliun. Jumlah tersebut naik 8,4% dibandingkan pembiayaan sepanjang tahun 2016. 

Per 31 Desember 2017, sebesar 66,66% saham SNP Finance dikuasai oleh Leo Chandra dan keluarga melalui PT Cipta Pratama Mandiri. Sementara 33,34% sisanya dikuasai Leo Chandra secara langsung. 

Leo Chandra merupakan pendiri dan pemegang saham pengendali Grup Columbia yang bergerak di segmen pembiayaan perabot rumah tangga dan retailer. Jaringan Grup Columbia terdiri atas 358 gerai dan 27 gerai mibil yang tersebar di seluruh Indonesia. 


Reporter: Herry Prasetyo
Editor: Herry Prasetyo

MEDIUM TERM NOTE / MTN

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0102 || diagnostic_api_kanan = 0.0558 || diagnostic_web = 0.3421

Close [X]
×