kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Terdaftar di OJK, 50 perusahaan gadai siap bertarung


Rabu, 05 September 2018 / 06:05 WIB

Terdaftar di OJK, 50 perusahaan gadai siap bertarung

KONTAN.CO.ID - Kesadaran pelaku bisnis gadai mendaftarkan usahanya ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus membaik. Hingga 27 Agustus 2018, OJK telah merilis tanda terdaftar dan berizin kepada 50 perusahaan gadai.

Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot mengatakan, 50 perusahaan gadai yang mendapat restu dari OJK. Dari jumlah tersebut terdiri dari, satu perusahaan gadai pemerintah yang memperoleh tanda penegasan, 13 perusahaan gadai swasta yang mendapat izin usaha dan 36 pergadaian swasta mendapat status terdaftar dari OJK.

"Keseluruhan pelaku usaha gadai yang telah mengajukan pendaftaran maupun perizinan ke OJK per 27 Agustus 2018 sebanyak 73 pelaku pergadaian swasta," ujar Sekar. Dia menambahkan, masih ada 23 pelaku usaha pergadaian swasta dalam proses di OJK.

Sejatinya, batas waktu pendaftaran usaha pergadaian ke OJK telah lewat, yaitu 29 Juli 2018. Batas waktu tersebut sesuai Peraturan OJK Nomor 31/POJK.05/2016 tentang usaha pergadaian. Menurut Sekar, bagi perusahaan gadai swasta yang telah beroperasi sebelum POJK tersebut diterbikan diminta untuk mengajukan permohonan pendaftaran usaha gadai ke OJK. Sementara bagi pelaku usaha yang menyelenggarakan usaha gadai setelah POJK itu terbit dapat mengajukan permohonan perizinan usaha pergadaian ke OJK.

Meskipun jumlah gadai swasta terdaftar meningkat, tapi belum seluruhnya perusahaan gadai beroperasi di Indonesia berminat mendaftar. Pasalnya mereka terkendala jumlah modal usaha dan ketersediaan sumber daya manusia (SDM).

Prospek melempem

Prospek bisnis gadai juga terlihat melempem sepanjang tahun ini. Data OJK hingga Juli 2018 menunjukkan pembiayaan gadai swasta turun 73% menjadi Rp 240 miliar dibandingkan tahun lalu, sekitar Rp 417 miliar. Jumlah tersebut dari pembiayaan 22 perusahaan gadai swasta yang terdaftar dan 11 pengusaha gadai swasta yang mendapat izin OJK.

Ke depan, Ketua Umum Asosiasi Perkumpulan Perusahaan Gadai Indonesia (PPGI) Harianto Widodo memperkirakan, pembiayaan gadai swasta tahun ini hanya tumbuh satu digit. Perlambatan bisnis gadai tersebut, disebabkan kehadiran produk pembiayaan dari lembaga non perbankan yakni financial technology (fintech), multifinance dan program kredit usaha rakyat (KUR) dari pemerintah.

Akibatnya, terjadi penurunan jumlah nasabah terutama di perusahaan gadai kecil yang hanya menyalurkan pembiayaan di bawah Rp 1 juta. Tapi volume pembiayaan pergadaian tetap tumbuh, meski mengandalkan dari produk non emas. Portofolio bisnis gadai 95% dari produk non emas, sedangkan produk emas 5%.

Harianto yang juga menjabat sebagai Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Pegadaian ini mengaku, perusahaan tempat dia bekerja telah menyiapkan sejumlah strategi. Untuk menghadapi gempuran bisnis pembiayaan dari fintech, perusahaan ini akan mengeluarkan produk baru dan pengembangan bisnis pembiayaan berbasis teknologi.

Para pelaku akan meningkat pembiayaan dengan memperluas akses lewat bantuan agen dan pelayanan digital. "Kami juga akan masif mengeluarkan produk non gadai berbasis teknologi serta berkolaborasi dengan pihak lain," kata Harianto. Intinya, bisnis gadai semakin kompetitif menantang ke depan.


Reporter: Ferrika Sari
Editor: Yuwono triatmojo
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.8750 || diagnostic_api_kanan = 0.0005 || diagnostic_web = 1.0628

Close [X]
×